Viral Foto Prabowo di Billboard Israel Ternyata Hasil AI, Pemerintah Tegaskan Sikap Indonesia

Permalink 8 months ago 73

Foto: inet.detik.com

Jakarta - Belakangan ini, sebuah billboard di Israel yang menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pemimpin dunia lainnya jadi perbincangan hangat di media sosial. Foto-foto itu ternyata bukan hasil jepretan asli melainkan buatan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Billboard tersebut berasal dari sebuah organisasi bernama Abraham Shield, yang didirikan sebagai respons atas tragedi 7 Oktober di wilayah itu. Organisasi ini bertujuan membangun koalisi keamanan regional untuk menjamin keamanan Negara Israel.

Dalam billboard yang diunggah di Instagram @abraham.shield.plan, terdapat tulisan "Mr President, Israel stands by your plan. Seal the deal." Tulisan tersebut disandingkan dengan foto Presiden AS Donald Trump di tengah dan Presiden Prabowo Subianto di ujung kanan.

Namun, kemunculan foto Prabowo ini memicu reaksi keras di kalangan netizen Indonesia. Banyak yang menolak narasi tersebut karena sikap Indonesia yang konsisten mendukung Palestina.

"LOL, you really want Indonesia to recognize🙄 , Indonesian citizens will always be with Palestine🇮🇩❤️ 🇵🇸," komentar @akukembal***.

"Eh akun gak jelas bikin provokasi aja lu. Indonesia always support Palestine. Palestine will be free," tambah @aliasunris***.

Selain kritik, ada juga netizen yang menyorot detail penting dalam billboard itu. Mereka menemukan tulisan kecil di pojok kiri bawah yang berbunyi 'AI Generated', yang mengindikasikan gambar tersebut dihasilkan oleh teknologi AI, bukan foto asli.

"Masik ada aja yg percaya ginian, udah tau ada bacaan AI generated nya dan itu bukan poto asli nya," ungkap @irmakward***.

"Udh confirm di X itu posternya real, cuma dibuat AI 🤣 Akun media Israel yg post," jelas @meriskab***.

"Mending dihapus aja bang threadnya daripda mengundang bias, udh jelas itu ada tulisan A.I," saran @inteligen***.

Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengakui dan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel kecuali Israel terlebih dahulu mengakui kemerdekaan Palestina.

"Posisi Indonesia sangat clear bahwa tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya, kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat," ujar juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (30/9/2025).

Yvonne menambahkan bahwa sikap ini telah ditegaskan Menteri Luar Negeri RI, Sugino, yang menegaskan visi apapun terkait Israel harus dimulai dari pengakuan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

Sementara itu, kejadian billboard dengan foto hasil AI ini menjadi peringatan tentang pentingnya meneliti konten digital secara kritis, terutama yang masuk dalam ranah politik dan hubungan internasional.