UMKM Merauke: Dari Bengkel Kecil Hingga Menembus Pasar Nasional Lewat Digitalisasi

Permalink 7 months ago 68

Foto: inet.detik.com

UMKM Merauke: Dari Bengkel Kecil Hingga Menembus Pasar Nasional Lewat Digitalisasi

Di tengah perkembangan pesat teknologi dan konektivitas digital di Papua Selatan, UMKM di Merauke menunjukkan kisah inspiratif bagaimana transformasi teknologi membuka peluang baru untuk pengembangan usaha.

Salah satunya adalah Kadir Jaya, pengusaha lokal yang merintis usaha kerajinan souvenir dari kulit buaya khas Merauke. Dimulai pada 2016 bersama istrinya, Siti, usaha kerajinan bernama Siska Crocodile ini bermula di sebuah bengkel kecil dengan beberapa pegawai di rumah mereka.

Bengkel Kerajinan Kulit Buaya di Merauke
Bengkel kecil milik Kadir dan Siti yang menjadi awal usaha Siska Crocodile. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Pada awalnya, produk mereka dijual secara offline di Merauke. Namun dengan kerja keras dan kreativitas, sekaligus didukung kemudahan akses internet yang semakin baik, Siska Crocodile berhasil menjangkau pasar lebih luas. Produk mereka kini sudah tersedia di berbagai daerah seperti Jayapura, Tangerang, hingga dipasarkan melalui platform online seperti TikTok Shop, Shopee, dan Tokopedia.

Kadir menjelaskan, "Harga produk kami beragam antara Rp150 ribu hingga Rp2 juta, tergantung jenis dan bahan. Tetapi yang terpenting sekarang, semua bisa diakses secara online."

Perjalanan usaha tidak selalu mudah. Kadir sempat kesulitan dalam mengurus perizinan dan dokumen legalitas usaha. Beruntungnya, ia mendapat pendampingan dari tim RB Telkom Merauke yang membantu mengurus izin hingga memberikan pelatihan bisnis.

"Dulu bingung harus urus ke mana. Waktu datang ke Rumah BUMN, dibantu sama mbak Dea dari awal sampai izin selesai. Kami juga dapat edukasi dan pelatihan, jadi sangat membantu," ujar Kadir mengenang.

Proses Pengolahan Kulit Buaya
Pengolahan kulit buaya sebelum dijadikan produk kerajinan. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Kualitas jaringan internet yang stabil menjadi tulang punggung utama bagi perkembangan bisnis ini, terutama dalam menjalankan aktivitas penjualan online dan komunikasi dengan pelanggan di luar daerah. Kadir menambahkan, "Semua sekarang serba online. Untuk penjual seperti kami, jaringan Telkom sangat membantu, apalagi di Papua ini kan satu-satunya yang menopang komunikasi digital."

Kulit Buaya Sebelum Diolah Menjadi Produk Kerajinan
Kulit buaya yang akan diolah menjadi dompet, tas, dan ikat pinggang. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Kisah Kadir dan Siska Crocodile menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara infrastruktur digital Telkom dan pembinaan UMKM mampu membuka akses pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional. Digitalisasi memang benar-benar menjadi jembatan yang membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi di ujung timur Indonesia.

Dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat, semangat usaha lokal dari Merauke kini telah menjangkau seluruh Indonesia, memberikan harapan cerah bagi masa depan UMKM di Papua dan sekitarnya.