Tiga Dosen Terkaya di Dunia dengan Kekayaan Miliaran Dolar

Permalink 9 months ago 89

Foto: inet.detik.com

Jakarta - Di dunia akademis, ada beberapa dosen yang tidak hanya dikenal dengan gelar dan ilmu mereka, tapi juga kekayaan luar biasa. Uniknya, mereka meraih kekayaan tersebut melalui inovasi dan bisnis di bidang teknologi. Berikut ini adalah tiga dosen terkaya dunia yang harta kekayaannya mencapai ratusan triliun rupiah, dikutip dari VNExpress via detikINET.

Fan Daidi: Kekayaan USD 4,2 miliar (sekitar Rp 69 triliun)

Fan Daidi, berusia 59 tahun, baru saja resmi menjadi wakil presiden Universitas Northwest di Shaanxi, China. Ia dikenal memiliki kekayaan bersih tertinggi di kalangan eksekutif universitas nasional China menurut South China Morning Post. Bersama suaminya Yan Jianya, Fan mendirikan Giant Biogene Holding, perusahaan yang fokus pada produk kolagen dan perawatan kulit. Giant Biogene resmi melantai di Bursa Efek Hong Kong pada 2022.

Tak hanya itu, Fan juga menjabat dekan di Institut Penelitian Biomedis Universitas Northwest serta pernah menjadi peneliti tamu senior di MIT pada tahun 1999-2000. Ia memegang saham di Beauty Farm Medical and Health Industry—perusahaan layanan kecantikan yang juga go public di Hong Kong pada 2023. Di daftar miliarder Forbes, Fan berada di posisi ke-923 dunia.

David Cheriton: Kekayaan USD 15,4 miliar (sekitar Rp 253 triliun)

David Cheriton, profesor emeritus dari Universitas Stanford, mencatat namanya sebagai salah satu investor awal Google dengan menanam modal USD 100.000 bersama Andreas von Bechtolsheim saat Google masih tahap startup. Selain itu, Cheriton turut mendirikan Arista Networks yang IPO pada 2014, Granite Systems yang dibeli Cisco pada 1996, dan Kealia yang dijual ke Sun Microsystems pada 2004.

Meski mengundurkan diri dari dewan Arista pada 2014, perjalanan bisnisnya berlanjut. Setelah perusahaannya, Apstra, dibeli Juniper Networks pada 2021, Cheriton menjadi kepala ilmuwan pusat data di perusahaan tersebut. Di peringkat kekayaan global, ia kini menempati posisi ke-162.

Henry Samueli: Kekayaan USD 26,8 miliar (sekitar Rp 440 triliun)

Henry Samueli, profesor di UCLA, bukan hanya akademisi tetapi juga salah satu pendiri sekaligus chairman Broadcom, perusahaan semikonduktor besar. Ia dan rekannya Henry Nicholas memulai Broadcom pada 1991 dari sebuah kondominium di California. Tahun 2016, perusahaan ini diakuisisi oleh Avago senilai USD 37 miliar dalam bentuk tunai dan saham.

Samueli juga dikenal sebagai dermawan, dengan keluarga besarnya mendonasikan USD 200 juta ke University of California, Irvine pada 2017—donasi terbesar sepanjang sejarah universitas tersebut. Dijelaskan Samueli, "Menjadi seorang insinyur sangat berarti, karena kita dapat membuat hidup orang jadi lebih baik lewat penerapan matematika dan sains." Saat ini, ia berada di posisi ke-74 orang terkaya dunia.

Ketiga tokoh ini menunjukkan bahwa peran dosen tak hanya mengajar tapi juga dapat menjadi figur inspiratif dalam dunia bisnis dan teknologi, dengan kekayaan yang luar biasa.

(fyk/fyk)