Telkom Siapkan Investasi Triliunan untuk Perluas Jaringan Kabel Laut hingga Afrika dan Atlantik

Permalink 9 months ago 68

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah menyiapkan inovasi besar untuk memperluas jaringan kabel lautnya melalui proyek Indonesia Cable Express (ICE). Perusahaan state-owned ini berambisi menghubungkan Indonesia dengan Afrika dan Samudra Atlantik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai hub internet global.

Proyek kabel laut merupakan salah satu upaya strategis Telkom untuk menjawab permintaan dunia yang semakin tinggi seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud. Direktur Telkom menyatakan, "Perkembangan AI dan cloud membuat permintaan makin tinggi. Telkom lewat Telin ingin memperluas proyek ICE hingga belting the world."

Untuk merealisasikan rencana ambisius ini, Telkom menyiapkan dana investasi sebesar US$200 juta atau setara sekitar Rp 3,27 triliun. Dana tersebut akan digunakan dalam tiga inisiatif utama:

  • Pembangunan tiga rute kabel laut tambahan, meliputi jalur Singapura-Jepang lewat Selat Luzon, Timur Tengah menuju Eropa, dan Manado ke Amerika Utara.
  • Melakukan akuisisi jalur kabel laut yang menghubungkan Eropa dan Amerika melalui Samudra Atlantik.
  • Mengakuisisi kabel laut yang menyambungkan Afrika, menambah keterhubungan global jaringan Telkom.

Proyek ICE sendiri terbukti ambisius dengan nilai investasi keseluruhan mencapai US$2,66 miliar (sekitar Rp 43 triliun). Telkom berkontribusi antara US$420 juta hingga US$620 juta (Rp 6,8-10,1 triliun) untuk proyek ini. Sebelumnya, ICE telah membangun tujuh jaringan kabel laut yang menghubungkan berbagai wilayah utama di Asia Pasifik, Amerika, dan Timur Tengah.

Jaringan ICE yang sudah beroperasi termasuk rute Indonesia-Singapura-Malaysia, Singapura-Indonesia, dan rute kompleks menghubungkan Singapura, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Korea, hingga Jepang. Ada juga rute dari Singapura ke India dan Mesir, Jepang ke Amerika Serikat, Hong Kong ke Indonesia, Papua Nugini ke Chili, serta yang menghubungkan Indonesia dan Australia.

Sejauh ini, Telkom telah berperan aktif dalam pembangunan dan pengelolaan jaringan fiber optik sepanjang 177.443 kilometer, di mana 112.743 kilometer berada di wilayah Indonesia sendiri.

Dengan ekspansi ini, Telkom berharap dapat terus memperkuat konektivitas Indonesia ke berbagai benua sekaligus menegaskan peranan Indonesia sebagai pusat internet dunia yang mampu mendukung perkembangan teknologi terkini secara global.