Teknologi di Rumah Sakit Harus Efektif dan Tidak Membebani Biaya Layanan Kesehatan

Permalink 9 months ago 97

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta  – Penggunaan teknologi dalam layanan kesehatan, khususnya di rumah sakit, harus benar-benar memberikan manfaat tanpa membuat biaya layanan menjadi semakin mahal. Hal ini ditekankan oleh Timothy Ferris, seorang ahli layanan kesehatan asal Inggris.

Dalam acara InterSystems Asia Healthcare Summit 2025 yang diadakan di Jakarta pada Rabu (3/9/2025), Ferris menyampaikan bahwa sebelum mengadopsi solusi teknologi informasi, institusi kesehatan mesti mempertimbangkan lima kriteria penting. Salah satunya adalah memastikan teknologi tidak menaikkan cost per unit layanan.

“Jangan sampai teknologi malah membuat cost per unit malah naik,” ujarnya tegas.

Kelima kriteria tersebut mencakup pentingnya teknologi untuk menyelesaikan prioritas masalah kesehatan nasional, memuluskan interaksi antara pasien dan penyedia layanan, serta meminimalkan tahapan yang harus dilalui pasien agar mendapatkan layanan. Selain itu, teknologi harus menurunkan biaya per unit dan memiliki bukti keberhasilan implementasi di bidang kesehatan secara nyata.

Dalam kesempatan yang sama, InterSystems memperkenalkan beberapa inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat digitalisasi layanan kesehatan. Don Woodlock, Head of Global Healthcare Solutions InterSystems, menjelaskan bahwa fondasi dari inovasi ini adalah platform data bernama Iris.

Iris memungkinkan mitra dan penyedia layanan membangun aplikasi kesehatan serta mendukung solusi AI InterSystems dengan teknologi terkini, seperti vector embedding untuk teks medis. Teknologi ini memudahkan model bahasa besar (LLM) dalam mengakses dan mengolah data medis, sehingga aplikasi AI generatif dapat berkembang lebih efektif.

Selain itu, InterSystems juga mengembangkan produk HealthShare untuk integrasi data komunitas kesehatan, serta TrackCare dan IntelliCare sebagai sistem rekam medis elektronik (EHR). Khusus IntelliCare, tahun ini telah resmi diluncurkan secara luas setelah sebelumnya hanya berupa prototipe.

"Tahun lalu masih berupa demo prototipe, kini telah tersedia secara umum, dan kami sangat antusias dengan potensi yang ditawarkan," ujar Woodlock.

Lewat inovasi ini, InterSystems berharap rumah sakit, klinik, dan organisasi kesehatan dapat meningkatkan produktivitas tenaga medis dan staf, memperkuat interoperabilitas data, serta menyiapkan layanan kesehatan yang lebih modern dan efisien di era digital.

Teknologi harus menjadi solusi nyata yang tidak hanya mempermudah layanan tetapi juga mengontrol biaya agar layanan kesehatan makin terjangkau bagi masyarakat.