Jakarta, Naralapor – Pemerintah Amerika Serikat resmi menghentikan sebagian besar aktivitasnya sejak Rabu (1/10) lalu karena Kongres gagal menyepakati anggaran baru. Keputusan ini otomatis menyebabkan shutdown pemerintah, sehingga berdampak luas pada berbagai lembaga, termasuk NASA.
Dalam situasi ini, NASA harus memberhentikan sementara sebagian besar stafnya. Plt Kepala Keuangan NASA, Steve Shinn, menyampaikan bahwa sekitar 15.000 pegawai akan mendapat cuti sementara, tanpa menerima gaji di periode shutdown.
Namun, berbeda dengan sebagian besar staf, sekitar 3.000 pegawai NASA tetap diminta bekerja meski tanpa gaji terlebih dahulu. Mereka yang tetap bekerja kebanyakan terlibat dalam misi Artemis, yaitu program ambisius NASA yang bertujuan mengirim manusia kembali ke Bulan dan merencanakan perjalanan ke Mars. Misi ini juga melibatkan kontraktor utama seperti SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos.
Kepala Sumber Daya Manusia NASA, Kelly Elliot, mengirim email kepada para karyawan yang tetap bekerja agar mereka mencatat waktu kerja selama masa shutdown. Nantinya, gaji yang tertunda akan dibayarkan setelah shutdown selesai dan pemerintah kembali beroperasi normal.
Selain misi Artemis, tenaga kerja esensial juga diperlukan untuk menjaga kelangsungan operasi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan misi satelit yang sudah beroperasi.
Sementara itu, dampak shutdown tidak hanya dirasakan NASA, tetapi juga menjalar ke ratusan ribu pegawai federal lainnya. Layanan publik dan program pemerintah penting banyak yang terhenti. Namun, pegawai yang dianggap esensial seperti petugas di Lembaga Keamanan Transportasi (TSA) dan pengawas kemacetan tetap harus bekerja tanpa gaji sementara waktu, sama seperti kebijakan di NASA.
Situasi shutdown ini menimbulkan kritik karena dianggap memberikan beban berat pada para pegawai yang berkontribusi menjaga operasional penting negara, namun tidak mendapatkan kompensasi tunai selama masa krisis anggaran ini.
(fab/fab)
*Gambar dan video terkait tersedia di sumber asli berita.









