Sertifikat Elektronik dan Keamanan Digital: Senjata Ampuh Lawan Kejahatan Siber di Industri Perbankan

Permalink 8 months ago 68

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – Dalam era digital yang terus berkembang, keamanan data nasabah menjadi perhatian utama di sektor perbankan. Kejahatan siber semakin canggih, memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan deepfake untuk membobol rekening dan kartu kredit nasabah.

Dalam Fintech Forum yang digelar pada Senin, 15 September 2025 dengan tema "Identitas Terverifikasi Jadi Benteng Keamanan Perbankan di Era Digital", para pakar membahas bagaimana penguatan ekosistem keamanan digital menjadi kunci perlindungan data keuangan masyarakat.

Privy, sebuah perusahaan teknologi dan konsultan Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE), menegaskan pentingnya penggunaan sertifikat elektronik dan tanda tangan digital yang memiliki sistem keamanan tinggi sebagai solusi utama untuk melawan serangan siber. CEO Privy, Mashall Pribadi, menyebutkan bahwa pelaku kejahatan siber semakin menggunakan teknologi canggih seperti deepfake AI untuk membuka rekening secara ilegal dan melakukan pembobolan kartu kredit.

"Menghadapi tantangan teknologi yang terus berkembang, sektor keuangan perlu memperkuat ekosistem keamanannya, termasuk melalui pertukaran data ancaman dan serangan siber," ujar Mashall dalam forum tersebut.

Dialog yang berlangsung antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perbankan OJK, Indah Iramadhini; Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah dan Pembangunan Manusia (BSSN), Sulisyo; CEO Privy, Mashall Pribadi; dan Anggota Bidang IT & Operations Perbanas, Y.B Hariantono, menegaskan bahwa kolaborasi antar lembaga sangat diperlukan untuk menjaga integritas dan keamanan data nasabah bank di tengah digitalisasi yang masif.

Forum ini menjadi momen penting untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya teknologi sertifikat elektronik sebagai benteng utama dalam menghadapi ancaman keamanan digital yang semakin kompleks. Dengan mengadopsi teknologi tersebut, diharapkan sektor perbankan dapat memberikan perlindungan optimal kepada nasabah, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital.