Samudra Selatan Resmi Jadi Samudra Kelima di Dunia, Kini Muncul di Peta

Permalink 9 months ago 69

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Dunia peta internasional kini resmi mengenal keberadaan Samudra Selatan sebagai samudra kelima yang melengkapi Samudra Atlantik, Pasifik, Hindia, dan Arktik. Meskipun konsep ini sebenarnya sudah lama ada dan digunakan oleh beberapa institusi, pengakuan resmi baru diberikan pada tahun 2021 oleh Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA).

Samudra Selatan mengelilingi benua Antartika, berbatasan pada garis lintang selatan 60 derajat, dan tidak termasuk Laut Scotia maupun Selat Drake. Keistimewaan samudra ini antara lain adalah suhu airnya yang lebih dingin, kadar garam yang lebih rendah, serta keberadaan gletser yang memiliki warna biru khas.

Berbeda dengan samudra lain yang dibatasi oleh benua, Samudra Selatan dibatasi oleh Arus Sirkumpolar Antartika atau Arus Angin Barat. Arus ini merupakan jalur air yang mengelilingi Benua Antartika dan memainkan peran vital dalam sirkulasi samudra global. Arus tersebut mengalirkan sekitar 150 juta meter kubik air per detik, membantu distribusi panas di seluruh dunia dan menyimpan karbon di kedalaman laut.

Tidak hanya penting secara fisik, Samudra Selatan juga menjadi habitat bagi ekosistem laut yang unik dan rapuh, termasuk berbagai spesies mamalia laut seperti paus dan anjing laut, serta penguin yang menjadi ikon wilayah ini. Namun sayangnya, samudra ini menghadapi tantangan serius akibat aktivitas manusia, seperti penangkapan ikan berlebihan dan dampak perubahan iklim.

Penetapan Samudra Selatan pada peta dunia diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat upaya konservasi yang diperlukan untuk menjaga kelestarian perairan ini. Seperti yang ditegaskan oleh para ilmuwan NOAA, pengakuan resmi terhadap Samudra Selatan bukan hanya soal pemetaan, tetapi juga langkah penting untuk melindungi lingkungan laut yang sangat vital ini.

Pengakuan ini juga menandai titik sejarah penting, karena sebelumnya istilah 'Samudra Selatan' sempat diakui pada tahun 1937, namun kemudian dihapus dari peta pada tahun 1953. Sejak tahun 1999, Dewan Nama Geografis Amerika Serikat kembali menggunakan istilah tersebut, dan kini secara resmi tercantum di peta dunia.

Dengan adanya pengakuan ini, dunia mendapat pemahaman yang lebih lengkap tentang batas dan karakteristik lautan di planet kita, sekaligus mendesak kita semua untuk menjaga keutuhan ekosistem laut yang ada.

(rns/agt)