Rencana NASA yang Fantastis: Nuklir Bulan untuk Membuat Terowongan Massa Negatif

Permalink 6 months ago 106

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Pada tahun 2017, publikasi dokumen rahasia terkait Advanced Aerospace Threat Identification Program (AATIP) dan Advanced Aerospace Weapons System Application (AAWSAP) mengungkapkan ide-ide luar biasa dan tak terduga mengenai eksplorasi dan teknologi luar angkasa.

Salah satu gagasan paling nyeleneh yang terungkap adalah proposal untuk menghancurkan Bulan menggunakan senjata nuklir, kemudian membuat sebuah terowongan raksasa yang menembus pusat Bulan agar dapat menambang apa yang disebut "massa negatif" dari dalamnya. Konsep ini dianggap mampu mengubah revolusi perjalanan ruang angkasa.

Dalam dokumen bertajuk "Negative Mass Propulsion", para peneliti menulis bahwa massa negatif, meskipun tak terlihat dan tersembunyi di balik massa positif, sangat mungkin ada di sekitar kita. Dokumen tersebut menjelaskan, "Sangat mudah untuk membuktikan bahwa ada massa negatif di sekitar kita, meskipun tersembunyi di balik massa positif." Mereka mengusulkan dua cara untuk mengakses massa negatif ini: melalui medan elektromagnetik atau gravitasi yang kuat atau melalui lokasi alami yang secara alami sudah memisahkan massa negatif dan positif, salah satunya diduga terletak di pusat Bulan.

Meski terdengar futuristik, para ilmuwan tetap meragukan keberadaan massa negatif, mengingat sampai saat ini belum ada bukti eksperimental yang dapat mengonfirmasi fenomena tersebut. Fisika modern memang memperlakukan massa dalam beberapa kategori: gravitasi aktif, pasif, dan inersia, yang masing-masing berperan berbeda dalam hukum fisika dan gerakan.

Interaksi massa negatif dengan massa positif, jika memang ada, akan sangat aneh dan unik, bahkan dapat menimbulkan efek 'pelarian tak berujung' di mana massa negatif terus mengejar massa positif. Namun, ide bahwa Bulan bisa menjadi tempat penambangan jenis massa ini mendorong biaya dan teknologi ekstrem, termasuk ledakan nuklir besar-besaran.

Dokumen tersebut juga menyarankan bahwa untuk menguji apakah materi luar biasa ini ada di pusat Bulan, diperlukan ledakan nuklir di permukaan Bulan guna melakukan tomografi seismik sebagai alat pengamatan.

The New York Times menyoroti bahwa membuat terowongan silinder raksasa pada Bulan mungkin bukanlah hal mustahil secara teknis, meskipun memerlukan sumber energi termonuklir dalam jumlah besar. Mereka menyatakan, "Membuat terowongan melalui Bulan, asalkan ada pasokan massa negatif yang baik, dapat merevolusi penerbangan ruang angkasa antarbintang." Namun, membuat lubang serupa di Bumi dianggap tidak layak karena kondisi suhu dan tekanan yang jauh lebih ekstrem.

Sampai sekarang, semua ini masih sebatas konsep dan tanpa realisasi. Bulan pun masih aman dan tanpa lubang raksasa akibat ledakan nuklir. Namun, gagasan-gagasan ini membuka wawasan betapa luas dan beragam upaya manusia dalam menjelajahi dan memanfaatkan ruang angkasa di masa depan, bahkan dengan cara-cara yang terdengar seperti fiksi ilmiah.

(rns/rns)