Jakarta – Baru-baru ini, para ilmuwan dari Amerika Serikat dan China mengungkap sebuah fakta mengejutkan: putaran inti Bumi ternyata melambat dan sempat berhenti relatif terhadap kerak Bumi. Meski perubahan ini mungkin sulit kita rasakan sehari-hari, namun efeknya cukup signifikan untuk astronomi dan lingkungan planet kita.
Inti Bumi terdiri atas dua bagian utama: inti luar yang cair dan inti dalam yang padat. Inti luar berperan menjaga medan magnet Bumi dan tersusun dari besi, nikel, serta beberapa unsur lain. Bagian ini berada sekitar 2.896 km di bawah permukaan, sedangkan inti dalam yang sangat panas dengan suhu mencapai 5.700 derajat Celcius berada lebih dalam, sekitar 5.149 km dari permukaan.
Sebelumnya, selama bertahun-tahun para ilmuwan percaya bahwa inti Bumi berputar secara stabil di bawah kerak Bumi. Namun, dengan teknik analisis seismik yang berfokus pada gelombang gempa, ditemukan bahwa kecepatan dan arah rotasi inti ini bisa berubah-ubah.
Bukan berarti inti Bumi benar-benar berbalik arah, melainkan kecepatannya melambat hingga kadang tampak berhenti dibandingkan dengan pergerakan kerak Bumi. Fenomena perlambatan ini mulai terjadi sejak tahun 2009, saat perputaran inti dan kerak Bumi sempat hampir seirama, kemudian inti melambat perlahan. Diperkirakan, inti Bumi mengalami perubahan arah rotasi relatif setiap 35 tahun, sehingga satu siklus penuh memakan waktu sekitar 70 tahun.
Dampak perlambatan rotasi inti Bumi memang terjadi dalam skala sangat kecil, hanya sekitar milidetik dan tidak langsung dirasakan oleh manusia sehari-hari. Namun, perubahan ini berpotensi memengaruhi pengukuran astronomi dan satelit yang kita andalkan untuk banyak hal, termasuk komunikasi dan navigasi. Lebih jauh lagi, kondisi ini bisa berdampak pada perubahan medan magnet Bumi serta pola iklim global.
Meski fenomena ini tidak menimbulkan efek dramatis yang langsung terlihat, kesadaran akan dinamika inti Bumi penting sebagai bagian dari pemahaman kita terhadap planet ini dan bagaimana perubahan-perubahan kecil bisa berdampak luas pada lingkungan dan teknologi di masa depan.
(rns/agt)









