Polisi Inggris Tangkap Pria Diduga Terlibat Serangan Ransomware di Bandara Eropa

Permalink 8 months ago 69

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – Kepolisian Inggris berhasil menangkap seorang pria berusia 40 tahun yang diduga terkait dengan serangan ransomware yang merusak sistem operasional sejumlah bandara di Eropa. Penangkapan dilakukan pada Selasa (23/9/2025) dan berdasarkan kecurigaan terhadap pelanggaran Undang-undang Penyalahgunaan Komputer.

National Crime Agency (NCA) menyatakan pria tersebut saat ini telah dibebaskan dengan jaminan bersyarat, namun penyelidikan masih berlanjut.

"Penangkapan ini merupakan langkah positif, tapi penyelidikan atas insiden ini masih dalam tahap awal dan terus berlangsung," ujar Wakil Direktur NCA, Paul Foster, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/9/2025).

Sampai saat ini, belum jelas kelompok mana yang bertanggung jawab atas serangan ransomware tersebut. NCA pun belum memberikan rincian lebih lanjut terkait identitas kelompok peretas.

Serangan ransomware biasanya dilakukan dengan mengenkripsi data agar tidak bisa diakses, kemudian pelaku meminta tebusan untuk membuka kunci. Pelaku sering beroperasi sembunyi-sembunyi untuk menghindari penegak hukum.

Akhir pekan lalu, sejumlah sistem bandara di Eropa lumpuh, terutama sistem check-in otomatis dari Collins Aerospace yang digunakan di beberapa bandara. Akibatnya, banyak penerbangan dibatalkan dan terjadi antrean panjang di layanan manual.

Misalnya, di Bandara Brussels, 50 dari 257 penerbangan pada Minggu dibatalkan, sementara Sabtu lalu ada 25 penerbangan yang tak bisa beroperasi dari total 234 penerbangan. Bandara Berlin mengandalkan proses manual meski menyebabkan waktu tunggu cukup lama, dan Heathrow sempat mengalami gangguan check-in namun penerbangan tetap berjalan sebagian besar.

Seiring berlanjutnya penyelidikan, pihak berwenang berharap dapat mengungkap lebih banyak tentang pelaku dan modus serangan tersebut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

(dem/dem)