Persiapan Artemis 2 di NASA Terhenti Gaji, Para Astronaut dan Staf Tetap Komitmen Meski Tak Digaji

Permalink 7 months ago 67

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – NASA tengah bersiap meluncurkan misi bersejarah Artemis 2 yang dijadwalkan tinggal 4 bulan lagi. Misi ini merupakan upaya pertama kali sejak lebih dari 50 tahun lalu untuk mengirim astronaut kembali ke Bulan.

Namun, persiapan misi penting ini berjalan di tengah tantangan besar akibat government shutdown atau penutupan operasional pemerintah di Amerika Serikat. Kondisi ini membuat gaji bagi sebagian staf NASA, termasuk para astronaut yang akan bertugas dalam misi tersebut, berhenti sementara.

Seorang pejabat NASA mengonfirmasi kepada Futurism bahwa meski tidak menerima gaji selama penutupan ini, para astronaut dan staf tetap melanjutkan kerja keras mereka untuk mewujudkan misi Artemis 2. Hal ini memperlihatkan betapa kuatnya dedikasi dan komitmen mereka terhadap program luar angkasa AS.

Sementara para kontraktor yang membantu persiapan masih menerima bayaran, anggaran mereka disebut semakin menipis dan bisa habis dalam waktu dekat. Kirk Shireman, Wakil Presiden Lockheed Martin yang mengawasi program pesawat ruang angkasa Orion, menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak penutupan pada industri yang mendukung NASA. "Saya rasa kita akan segera mencapai titik di mana dampaknya akan signifikan, dan ini lebih berkaitan dengan infrastruktur secara keseluruhan," ujarnya.

Shireman juga menambahkan, "Untungnya, saya bekerja untuk perusahaan besar yang bermodal besar, dan kita akan baik-baik saja." Namun, ia menegaskan banyak perusahaan kontraktor skala kecil yang bergantung pada pembayaran rutin dari proyek-proyek NASA. Jika mereka berhenti menerima gaji, pekerjaan mereka pun bisa terhenti.

Peningkatan durasi penutupan operasional pemerintah ini diyakini dapat menyebabkan dampak luas bagi industri luar angkasa maupun sektor lainnya. Misi Artemis 2 sendiri diperkirakan akan diluncurkan pada 5 Februari 2026, lebih cepat dua bulan dari rencana awal. Namun, jeda waktu peluncuran sangat tergantung pada posisi Bumi dan Bulan yang harus sejajar agar perjalanan Orion berlangsung lancar, sehingga ada kemungkinan penundaan hingga sebulan.

Penutupan ini tidak hanya mengganggu aktivitas dan moral NASA, tetapi juga dapat memberi kesempatan bagi pesaing global seperti China untuk meraih keunggulan dalam perlombaan antariksa. Para pejabat AS telah berulang kali memperingatkan bahwa kelanjutan penutupan dapat meningkatkan kemungkinan China mendahului AS dalam mencapai Bulan.

Situasi ini menjadi pengingat betapa krusialnya dukungan penuh pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberhasilan program luar angkasa yang membawa nama bangsa dan memperluas batas pengetahuan umat manusia.