Perluasan Robotaxi China ke Eropa: Ancaman Nyata bagi Driver Online

Permalink 9 months ago 66

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – Teknologi kendaraan otonom akhirnya makin menunjukkan geliatnya di pentas global, salah satunya melalui robotaxi buatan perusahaan asal China. Momenta, perusahaan teknologi asal Shanghai, sedang bersiap untuk melebarkan sayapnya ke pasar Eropa dengan menggandeng Uber dalam sebuah kerja sama strategis. Hal ini menandai babak baru persaingan teknologi mobil tanpa sopir yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat dan China.

Momenta dan Uber berencana untuk menguji mobil robotaxi Level 4 di Jerman mulai tahun depan. Level 4 sendiri merupakan tingkat otonomi kendaraan yang memungkinkan mobil beroperasi tanpa adanya pengemudi sekalipun, meski operasinya biasanya terbatas dalam area tertentu yang telah diprogram sebelumnya. Artinya, dalam uji coba awal nanti, akan ada pengemudi pengaman di belakang kemudi sebagai fitur keselamatan tambahan sebelum pengoperasian tanpa sopir secara penuh dijalankan.

Uber mengungkapkan bahwa jika uji coba di Jerman ini sukses, mereka berencana memperluas layanan robotaxi Momenta ke lebih banyak kota di Eropa. Ini menjadi sinyal kuat bahwa mobil tanpa sopir akan semakin cepat menyebar dan menggantikan moda transportasi konvensional yang selama ini bergantung pada keberadaan sopir manusia.

"Kerja sama ini kami lengkapi dengan fitur monitor keamanan untuk memastikan keselamatan saat kendaraan mulai beroperasi tanpa pengemudi," ujar pihak Uber dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip dari The Verge pada Rabu, 10 September 2025. Setelah tahap uji coba dan adaptasi berjalan lancar, fase kendaraan robotaxi beroperasi sepenuhnya tanpa awak di harapkan dapat segera terealisasi.

Fenomena ini juga membuka mata industri otomotif dan transportasi di Eropa yang selama ini belum secepat dan seterangpeng pasar Amerika dan Asia dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk kendaraan tanpa pengemudi. Selain Momenta, ada juga Baidu dari China serta Lyft dari Amerika yang sudah mengumumkan rencana menghadirkan layanan serupa di Jerman dan Inggris tahun 2026.

Menarik sekali bahwa Momenta bukan pemain baru dalam dunia kendaraan otonom. Mereka mendapat dukungan finansial dari raksasa otomotif China, SAIC Motor, serta investor global seperti General Motors, Toyota, dan Mercedes-Benz. Momenta bahkan telah menjalankan layanan robotaxi di Shanghai, yang merupakan kota asal mereka. Selain layanan robotaxi, perusahaan ini juga menyediakan software bantuan pengemudi yang telah digunakan oleh produsen besar seperti Mercedes dan BMW.

Namun demikian, memang ada sisi gelap yang mulai mengkhawatirkan. Pertumbuhan pesat robotaxi menjadi ancaman nyata untuk profesi sopir online yang saat ini menjadi mata pencaharian jutaan orang, terutama di kota-kota besar dengan mobilitas tinggi. Jika semua kendaraan sudah bisa berjalan sepenuhnya tanpa sopir, tentu peluang kerja bagi driver online bisa lenyap seketika.

Dengan makin meluasnya teknologi ini, bisa dikatakan industri transportasi konvensional sedang menghadapi perubahan revolusioner yang akan mengubah wajah pekerjaan sopir online selamanya. Tak hanya di negara maju, penetrasi kendaraan tanpa awak asal China ke Eropa dan berpotensi menyebar ke seluruh dunia, akan memicu persaingan sekaligus tantangan baru bagi para pengemudi yang selama ini bergantung pada mobilitas pribadi dan layanan taksi online.

Seiring perkembangan teknologi dan kerja sama lintas negara seperti yang dilakukan oleh Momenta dan Uber, nampaknya masa depan transportasi berbasis robotaxi sudah di depan mata. Pertanyaannya kini adalah, bagaimana para driver online dan para pelaku industri lama dapat beradaptasi dengan perubahan besar ini?

Ini adalah sebuah era baru, di mana keberadaan teknologi semakin menggeser peran manusia. Sementara manfaatnya jelas untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, serta inovasi teknologi, dampak sosial dan ekonomi bagi pengemudi tradisional tidak bisa diabaikan begitu saja.

Seiring momentum ini terus berjalan, kita akan menyaksikan bagaimana regulasi, kebijakan, dan berbagai pihak bersiap menghadapi perubahan fundamental dalam dunia transportasi modern. Robotaxi bukan lagi sekadar konsep masa depan, melainkan kenyataan yang mulai merambah jalanan global.