Penemuan Piramida dan Bentuk Misterius di Mars Memicu Perdebatan Ilmiah

Permalink 8 months ago 61

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Mars kembali menjadi sorotan setelah muncul formasi-formasi aneh yang membentuk pola geometris presisi, seperti piramida, lubang kunci, dan garis bergambar hewan yang mengundang perhatian para peneliti dan pengamat antariksa.

Foto-foto dari berbagai misi NASA menampilkan struktur dengan detail yang membuat beberapa ilmuwan independen berpendapat ada kemungkinan adanya peradaban kuno yang pernah hidup di Planet Merah. George J. Haas, pendiri The Cydonia Institute dan pengamat Mars selama lebih dari 30 tahun, menyatakan bahwa kebanyakan bentuk yang ditemukan tidak dapat dianggap kebetulan atau hasil alami.

Lubang Kunci Misterius di Libya Montes

Salah satu formasi yang paling menarik adalah sebuah struktur menyerupai lubang kunci, ditemukan oleh Mars Reconnaissance Orbiter pada 2011 di daerah Libya Montes. Dengan bagian dasar berbentuk seperti baji dan kubah bundar di atasnya, bentuk ini dianggap sangat simetris dan menawan oleh Haas yang membandingkannya dengan makam kuno di Jepang.

Calon situs ini bahkan telah dijadikan bahan diskusi dalam makalah ilmiah pada 2016, walaupun dinyatakan skeptis oleh komunitas ilmuwan mainstream.

Geoglif Burung Beo di Cekungan Argyre

Pada 2002, citra di cekungan Argyre menampilkan jejak yang sekilas berwujud burung beo, lengkap dengan rincian anatomis seperti mata, paruh, sayap, serta bulu. George J. Haas dan Wilmer Faust yang menelaah gambar tersebut mengajak ahli burung untuk menganalisa, dan mereka menyimpulkan bahwa pola itu sangatlah akurat jika dibandingkan dengan burung asli.

Meski demikian, sebagian ilmuwan menganggap ini hanyalah pareidolia, yakni fenomena di mana otak manusia mencari pola yang dikenal dalam objek acak.

Piramida Raksasa di Wilayah Elysium

Pada tahun 1972, data dari pesawat Mariner 9 membuka penampakan sebuah piramida raksasa bernama Piramida Sagan di Elysium. Piramida ini memiliki ketinggian lebih dari 975 meter dan panjang hampir 3 kilometer, jauh lebih besar dari Piramida Giza di Mesir. Carl Sagan sempat berpendapat bahwa pola ini mungkin akibat angin dan pasir, namun ia juga menekankan agar penelitian lebih lanjut dilakukan untuk memastikan asal usulnya.

Menurut Haas, piramida alami umumnya berbentuk kerucut, sehingga keberadaan struktur dengan sisi tajam menjadi sesuatu yang membutuhkan penjelasan berbeda.

Struktur 'Starburst' di Nepenthes Mensae

Formasi lainnya yang menarik perhatian adalah struktur mirip bintang laut dengan lima lengan di Nepenthes Mensae. Bentuk ini memiliki kemiripan dengan benteng-benteng bintang bersejarah di Eropa dan Amerika, seperti Fort Henry di Tennessee.

Antisipasi Misi Mars Mendatang

Sementara komunitas ilmiah konvensional cenderung menjelaskan temuan ini dengan proses geologis alami seperti erosi dan vulkanisme, Haas percaya Mars menyimpan lebih banyak rahasia teknologi dan sejarah yang belum terungkap.

Dengan rencana misi tanpa awak SpaceX pada 2026 dan misi berawak pada 2029, umat manusia mungkin akan segera mendapatkan jawaban jelas tentang apakah bentuk-bentuk ini hanyalah kebetulan geologis atau tanda-tanda kehidupan dan pembangunan di masa lalu Mars.