Penemuan Es Tertua Berusia 6 Juta Tahun di Antartika Ungkap Sejarah Iklim Bumi

Permalink 7 months ago 67

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Tim ilmuwan internasional berhasil menemukan inti es tertua di Bumi berusia sekitar 6 juta tahun di wilayah Allan Hills, Antartika Timur. Inti es yang sangat kuno ini menyimpan gelembung udara yang terperangkap sejak jutaan tahun lalu, memberikan jendela unik untuk memahami kondisi atmosfer dan iklim masa lalu Bumi.

Es yang terperangkap di lapisan tersebut bukan sekadar air beku, melainkan mengandung gelembung-gelembung udara kecil yang menyimpan komposisi kimia atmosfer saat itu. Dengan mengkaji elemen-elemen kimiawi ini, para peneliti dapat menelusuri bagaimana perubahan iklim terjadi sejauh 6 juta tahun silam, ketika Bumi memiliki suhu yang jauh lebih hangat dibandingkan sekarang.

Sarah Shackleton, salah satu peneliti dari Woods Hole Oceanographic Institution, menyatakan, "Inti es bagaikan mesin waktu yang memungkinkan para ilmuwan melihat seperti apa planet kita di masa lalu. Inti es Allan Hills membantu kita melakukan perjalanan jauh ke masa lalu yang tak terbayangkan."

Berbeda dengan inti es yang biasanya diperoleh dari pengeboran sedalam ribuan meter, inti es Allan Hills dapat ditemukan hanya pada kedalaman antara 100 hingga 200 meter. Ini karena lapisan-lapisan es yang lebih tua secara alami terdorong ke permukaan oleh medan pegunungan dan pergerakan es yang lambat di daerah tersebut. Kondisi suhu sangat dingin dan angin kencang di kawasan ini membantu melestarikan es purba tersebut di dekat permukaan.

Ed Brook, Direktur COLDEX sekaligus ahli paleoklimatologi di Oregon State University, mengungkapkan, "Kami awalnya mengira bakal menemukan es yang berusia sekitar 3 juta tahun, tapi menemukan es berumur 6 juta tahun jauh melampaui ekspektasi kami."

Setelah inti es dibawa ke laboratorium, tim melakukan analisis isotop kimia dalam gelembung udara yang terperangkap untuk mempelajari suhu dan komposisi atmosfer saat itu. Hasil menunjukkan terjadinya pendinginan sekitar 12°C di wilayah tersebut selama rentang waktu 6 juta tahun terakhir, memperkuat dugaan bahwa Bumi dulu jauh lebih hangat dari sekarang.

Temuan ini menjadi tambahan penting dalam upaya global untuk memahami perubahan iklim Bumi dalam jangka panjang. Sebelumnya, para ilmuwan Eropa juga telah menemukan inti es kontinyu berusia 1,2 juta tahun di Antartika Timur, namun penemuan dari Allan Hills ini membawa kita jauh lebih jauh kembali ke masa lalu.

Pencarian lebih banyak es tertua terus dilakukan, karena setiap sampel baru membuka peluang untuk memahami sejarah iklim dan atmosfer Bumi dengan lebih mendalam.

(rns/rns)