Penelitian Menarik: Kotoran Penguin di Antartika Bisa Bantu Menyejukkan Iklim Kutub

Permalink 7 months ago 64

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – Penelitian terbaru dari University of Helsinki mengungkap peran tak terduga kotoran penguin di Antartika dalam membantu pembentukan awan yang berkontribusi mendinginkan suhu di wilayah kutub yang sedang mengalami pemanasan cepat.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Communications Earth & Environment, para ilmuwan mengamati koloni penguin Adélie sebanyak 60.000 ekor. Mereka mendapati bahwa gas amonia yang berasal dari limbah kotoran penguin sangat tinggi kadarnya, bahkan mencapai 1.000 kali lipat dibanding kadar normal di udara.

Matthew Boyer, salah satu peneliti utama dari University of Helsinki, menjelaskan, "Saat molekul-molekul ini bertabrakan, mereka saling menempel dan membentuk kelompok partikel yang kemudian tumbuh. Ini mempercepat proses pembentukan partikel jauh lebih cepat dari biasanya." Partikel-partikel ini kemudian menjadi benih pembentuk awan yang bisa menarik uap air.

"Awan itu sangat penting bagi iklim karena warnanya cerah dan putih serta berada di langit," imbuh Boyer. "Mereka bisa menahan radiasi matahari yang masuk dan memantulkannya kembali ke angkasa." Dengan demikian, awan yang terbentuk dapat memberikan efek pendinginan lokal yang membantu mengatasi pemanasan yang terjadi di kutub.

Walau penguin berperan dalam memperlambat perubahan iklim dengan efek ini, mereka juga menghadapi ancaman akibat perubahan iklim itu sendiri. Pencairan gletser dan perubahan ekosistem laut berdampak pada pasokan makanan utama mereka, yaitu krill.

Boyer mengingatkan, "Jika satu spesies penguin punah, itu bisa menimbulkan efek domino di seluruh lingkungan Antartika dan berdampak pada iklim dan atmosfer dengan cara yang baru mulai kita pahami."

Penemuan ini membuka wawasan baru tentang hubungan kompleks antar makhluk hidup dan iklim Bumi, khususnya bagaimana organisme kecil seperti penguin dan limbahnya bisa memengaruhi iklim global. Sebuah pengingat bahwa menjaga kelestarian makhluk hidup di kutub bukan hanya soal konservasi, tapi juga tentang menjaga planet kita.