Pendapatan Judi Online Filipina Meroket, Negara Raup Triliunan dari Pajak

Permalink 9 months ago 70

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – Industri judi online di Filipina tengah mengalami lonjakan yang signifikan dan kini menjadi sumber pendapatan utama negara, bahkan melampaui kasino fisik tradisional.

Data dari Philippine Amusement and Gaming Corp. (Pagcor) menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2025, pendapatan dari e-gaming sudah mengungguli kasino tradisional. Total pendapatan industri judi secara keseluruhan naik 27,44% menjadi Rp104,12 miliar peso, dengan e-games dan e-bingo menyumbang hampir setengahnya, yakni 49,36% dari total.

Pagcor memproyeksikan bahwa total pendapatan kotor industri judi di Filipina pada tahun 2025 akan mencapai Rp480 miliar peso. Dari aspek pajak dan lisensi, keuntungan bagi negara juga sangat besar. Tahun lalu, Pagcor telah menerima lebih dari 50 juta peso dari biaya lisensi, sementara salah satu perusahaan judi online terbesar di negara itu membayarkan pajak sekitar 30-40 miliar peso, setara dengan Rp8,6 hingga Rp11,5 triliun.

Pemicu utama pertumbuhan judi online adalah agresifnya pemasaran. Iklan judi tersebar luas di media sosial, billboard besar di jalan raya, televisi, serta melalui pop-up di ponsel dan aplikasi dompet digital, sehingga siapa saja dengan smartphone atau laptop bisa dengan mudah memasang taruhan dalam hitungan klik.

Namun, keberhasilan industri ini membawa konsekuensi sosial yang serius. Konferensi Waligereja Katolik Filipina menyoroti judi online sebagai persoalan moral yang menghancurkan keluarga, menguras tabungan, dan meningkatkan angka kriminalitas serta bunuh diri. Survei tahun 2021 bahkan menemukan dua pertiga warga usia 18-24 tahun pernah terlibat dalam judi online.

Menanggapi dampak negatif ini, Bank Sentral Filipina (BSP) mengambil langkah tegas dengan memerintahkan aplikasi dompet digital seperti GCash dan Maya untuk memblokir akses ke situs judi online sejak 16 Agustus 2025. BSP juga tengah merancang regulasi ketat yang meliputi verifikasi identitas biometrik, pembatasan transaksi harian, serta fitur kontrol diri bagi pengguna.

Meski kebijakan ini sudah menurunkan transaksi judi online resmi hingga 50%, Pagcor mengakui bahwa jumlah pengguna judi online ilegal justru meningkat drastis. Saat ini tercatat sekitar 12.000 situs judi online ilegal beroperasi di Filipina, jauh lebih banyak dibanding 77 situs judi berlisensi resmi.

Sumber: Philstar dan Naralapor