Pemanasan Global Ancam Kesehatan Anak, Risiko Bayi Prematur Meningkat 60%

Permalink 9 months ago 77

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta  – Perubahan iklim yang makin parah tidak hanya mempengaruhi lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia, terutama anak-anak. Baru-baru ini, kelompok ilmuwan dari Australia mengumpulkan dan menelaah 163 studi kesehatan global yang menunjukkan bahwa suhu ekstrem akibat pemanasan bumi meningkatkan risiko bayi lahir prematur hingga 60%.

Suhu Ekstrem dan Bayi Prematur

Corey Bradshaw, ahli ekologi dari Flinders University Australia, menjelaskan bahwa suhu di luar kisaran ideal manusia kini sudah dialami oleh sekitar 600 juta orang di dunia, dan jumlah ini diperkirakan melonjak hingga 3 miliar orang pada akhir abad 21.

“Kami menemukan hubungan langsung antara kejadian cuaca ekstrem dan masalah kesehatan bayi, khususnya kelahiran prematur yang meningkat rata-rata 60 persen,” ujar Bradshaw, dikutip dari Science Alert, Sabtu (6/9/2025).

Dalam studi tersebut, kelahiran prematur muncul sebagai akibat paling umum terkait suhu ekstrem, diikuti oleh kondisi lain seperti berat badan lahir rendah, pecah ketuban dini, dan bahkan keguguran.

Polusi Udara dan Penyakit Pernapasan

Selain suhu panas, peningkatan partikel polusi udara, termasuk asap kebakaran hutan yang kini lebih sering terjadi, juga berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak. Dari 20 penelitian yang menyoroti paparan polusi, 16 penelitian menunjukkan dampak negatif pada kesehatan pernapasan anak.

Bahkan, 7 studi mengindikasikan lonjakan kunjungan anak ke unit gawat darurat rumah sakit berhubungan dengan memburuknya kualitas udara. Polutan tersebut berasal dari kebakaran hutan, kekeringan, hingga pola curah hujan yang tidak menentu.

“Ekstrem dingin memicu penyakit pernapasan, sementara kekeringan dan curah hujan ekstrem dapat menghambat pertumbuhan anak,” tambah penulis studi tersebut.

Dampak Perubahan Iklim Berkelanjutan

Risiko kesehatan pada anak yang disebutkan oleh Bradshaw tidak hanya ancaman jangka pendek, tetapi juga berpotensi menyebab komplikasi jangka panjang. Paparan berulang terhadap kondisi ekstrem akibat perubahan iklim dapat memperparah masalah medis anak di berbagai belahan dunia.

Mengingat data dan prediksi yang ada, para ilmuwan menyuarakan keprihatinan mendalam dan menyerukan tindakan segera untuk mengatasi perubahan iklim demi melindungi generasi berikutnya dari risiko kesehatan yang mengancam.