Paus Pembunuh di Meksiko Tunjukkan Cara Cerdik Berburu Hiu Putih Muda

Permalink 6 months ago 66

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Dalam penemuan menarik dari perairan Meksiko, para ilmuwan berhasil merekam perilaku unik paus pembunuh (orca) yang secara cerdik memburu hiu putih muda, khususnya memakan hati mereka yang kaya energi.

Meski perilaku serupa sebelumnya pernah terlihat di Afrika Selatan, Australia, dan California, rekaman terbaru ini menjadi bukti pertama di kawasan Meksiko, seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Marine Science.

Pada Agustus 2020, sebuah tim menggunakan beragam kamera dan drone untuk mengamati lima orca betina yang bekerja sama tanpa cela untuk menyerang seekor hiu putih muda. Mereka dengan cekatan mengeluarkan hati hiu tersebut, lalu membagikannya di antara mereka.

Tak lama kemudian, kelompok orca yang sama kembali menyerang hiu putih muda lain, sekali lagi berhasil mengekstrak hatinya. Pada Agustus 2022, kelompok orca jantan dan betina di lokasi yang sama juga tercatat melakukan serangan serupa.

Para peneliti menjelaskan bahwa dalam dua dari tiga peristiwa yang diamati, paus pembunuh berhasil melumpuhkan hiu dengan membalikkan tubuh mangsa, sebuah teknik yang diduga memicu kondisi tonic immobility. Ini merupakan keadaan di mana hiu menjadi tidak bergerak sementara, sehingga paus pun dapat mengendalikan dan mengakses organ dalam hiu dengan lebih mudah sekaligus menghindari gigitan berbahaya.

"Penanganan mangsa dan pemicu tonic immobility tampaknya lebih mudah dicapai pada hiu putih berukuran kecil dibanding individu lebih besar, sehingga juga mengurangi risiko cedera akibat gigitan," tulis studi tersebut.

Lebih lanjut, penelitian itu menegaskan, "Bukti kami jelas menunjukkan konsistensi dalam serangan berulang dan pola serangan efisien, menandakan kemampuan manuver tinggi paus pembunuh dalam upaya membalikkan tubuh hiu, mungkin untuk memicu tonic immobility dan memberi akses tanpa gangguan ke organ untuk dikonsumsi."

Erick Higuera, penulis studi sekaligus sinematografer dan ahli biologi kelautan dari Conexiones Terramar, mengaku terkejut saat melihat orca melakukan perburuan hiu putih di area yang sama dalam tahun berbeda. Menurutnya, ini bisa berarti hiu putih muda menjadi sasaran musiman atau prioritas bagi paus pembunuh, yang berpotensi memberikan tekanan besar pada populasi hiu tersebut.

"Temuan ini memberi informasi tambahan tentang ekologi paus pembunuh di Teluk California, yang dapat digunakan untuk upaya konservasi dan perlindungan baik terhadap hiu putih maupun orca," ujar Higuera.

Alison Towner, ahli biologi kelautan dari Universitas Rhodes, Afrika Selatan, menambahkan bahwa meskipun perilaku ini bukanlah kejadian sekali saja, namun tidak terjadi di semua populasi orca secara meluas.

"Tampaknya perilaku ini khas pada kelompok orca tertentu yang telah mempelajari teknik tersebut, dan dampaknya tergantung seberapa sering perilaku itu terjadi di suatu wilayah," jelasnya.

Fenomena ini menambah wawasan tentang tingkat kecerdasan dan strategi perburuan paus pembunuh yang selama ini dikenal sebagai predator puncak di lautan, sekaligus membuka peluang konservasi yang lebih spesifik dan tepat sasaran.