Jakarta, Naralapor – Penemuan patung pemakaman kuno di kawasan Saqqara, Mesir, berhasil menarik perhatian dunia arkeologi. Patung tersebut memiliki nama "Messi" yang terukir, mengingatkan pada nama pesepak bola terkenal Lionel Messi, namun sesungguhnya berasal dari lebih dari 4.000 tahun lalu.
Tim arkeolog yang dipimpin oleh Zahi Hawass, mantan Menteri Purbakala Mesir yang dikenal luas, menemukan patung ini terkubur di bawah pasir di situs Saqqara—salah satu kompleks pemakaman tertua di Mesir. Posisi patung dan ukiran nama "Messi" ditemukan di dekat sebuah pintu palsu makam, yang menurut kepercayaan Mesir kuno berfungsi sebagai jalan keluar-masuk roh.
"Saya menemukan patung itu terkubur di bawah pasir, dan di dekatnya ada pintu palsu dengan nama 'Messi' terukir di atasnya," ujar Hawass.
Patung setinggi sekitar 103 sentimeter ini diperkirakan dibuat pada era Dinasti Kelima (2465-2323 SM), masa ketika piramida-piramida mulai dibangun. Sosok pria dalam patung tersebut digambarkan berdiri tegak dengan kaki kiri maju, simbol vitalitas dan kekuatan. Di sampingnya, terdapat figur perempuan yang lebih kecil berlutut sebagai istri, serta sebuah figur gadis kecil yang memegang seekor angsa—diduga sebagai putri mereka. Kombinasi figur ini merefleksikan ikatan keluarga dan harapan kehidupan setelah mati.
Uniknya, teknik pahatan pada patung ini memadukan dua gaya seni yang jarang ditemukan bersamaan. Semua sosok kecuali putri dipahat dalam tiga dimensi penuh, sedangkan sosok putri dibuat dengan metode high relief (ukiran menonjol). Hawass mengungkapkan, "Dengan menggabungkan dua tradisi seni pahat dalam satu monumen, seniman menunjukkan semangat eksperimental yang luar biasa."
Temuan "Messi" ini dianggap penting karena dapat memperkaya pemahaman tentang gaya artistik dan aspek sosial masyarakat Mesir kuno Kerajaan Lama.









