Jakarta – Rencana Elon Musk untuk mengerahkan robot humanoid buatan Tesla, Optimus, ke Mars tengah menuai skeptisisme dari para ahli robotika. Christian Hubicki, kepala Laboratorium Robotika Optimal di Florida State University, berpendapat robot seperti itu belum siap untuk dioperasikan secara otonom, apalagi di lingkungan ekstrem seperti Planet Merah.
"Robot humanoid bisa jatuh, bisa rusak, dan kode pemrogramannya bisa bermasalah. Saat ini, robot humanoid belum cukup andal untuk beroperasi mandiri bahkan di Bumi, apalagi di Mars," ujar Hubicki, seperti dikutip dari Futurism.
Elon Musk sebelumnya mengumumkan bahwa robot Optimus yang saat ini dikembangkan Tesla dapat diproduksi dalam jumlah besar dan bahkan akan dikirim ke Mars melalui roket Starship pada akhir 2026. Robot ini rencananya akan membantu menyiapkan permukiman manusia di sana. Musk menargetkan bahwa penerbangan tanpa awak akan dilakukan dalam waktu 3,5 tahun, dengan misi berawak 5,5 tahun kemudian, dan kota mandiri di Mars akan berdiri dalam 20-30 tahun.
Namun, Hubicki menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi robot-robot tersebut di Mars. "Di Stasiun Luar Angkasa Internasional, manusia dapat memperbaiki robot jika terjadi kerusakan. Mars berbeda, tidak ada manusia yang siap membantu, dan mengirimkan suku cadang pengganti sangat sulit," katanya.
Selain itu, menurut Hubicki, ada banyak jenis robot lain yang lebih cocok untuk eksplorasi ruang angkasa, seperti robot ular yang dirancang untuk menjelajahi permukaan es bulan Saturnus, Enceladus, atau lapisan es di Mars, yang tengah diuji oleh insinyur NASA.
Meski begitu, Hopicki menegaskan bahwa selama belum ada kemajuan teknologi besar yang meningkatkan keandalan robot humanoid, misi mengirim mereka ke Mars tanpa pendamping manusia kemungkinan besar akan gagal.
Sejauh ini, robot Optimus yang diperkenalkan Tesla masih menunjukkan performa yang terbatas, seperti berjalan kikuk dan kesulitan menjawab pertanyaan sederhana dalam demonstrasi video. Hal ini memperkuat pandangan bahwa teknologi robot humanoid otonom masih memerlukan waktu dan pengembangan lebih jauh sebelum dapat mewujudkan janji ambisius tersebut.
Kejelasan akan masa depan robot Tesla di Mars masih harus dinantikan, sementara para pakar tetap memberikan panduan realistis berdasarkan kondisi teknologi saat ini.









