OpenAI Siap Bakar Rp 1.893 Triliun untuk Percepat Inovasi AI ChatGPT

Permalink 9 months ago 77

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – OpenAI, perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan di balik ChatGPT, berencana mengalokasikan dana hingga US$115 miliar atau sekitar Rp 1.893 triliun selama empat tahun ke depan untuk mengembangkan teknologi AI mereka lebih jauh lagi.

Jumlah dana yang akan dikeluarkan ini naik signifikan dari perkiraan awal, dengan US$8 miliar (Rp 130,8 triliun) dialokasikan untuk tahun 2025—atau naik US$1,5 miliar (Rp 24,5 triliun) dibandingkan estimasi sebelumnya. Pengeluaran diprediksi terus meningkat drastis dalam beberapa tahun berikutnya, termasuk US$17 miliar (Rp 278,1 triliun) pada 2026, US$35 miliar (Rp 572,6 triliun) pada 2027, dan US$45 miliar (Rp 736,2 triliun) pada 2028.

Laporan dari The Information menyebutkan bahwa dana besar tersebut digunakan untuk meningkatkan infrastruktur inti, menguatkan server pusat data, serta mempercepat pengembangan kemampuan AI generasi terbaru. OpenAI pun tengah mengembangkan chip server khusus yang bakal diproduksi tahun depan dalam kemitraan dengan Broadcom, perusahaan semikonduktor ternama asal Amerika Serikat.

Chip AI yang dirancang sendiri itu dipersiapkan tidak hanya untuk memperkuat sistem internal OpenAI, tetapi juga disediakan bagi para pelanggan perusahaan, menunjukkan ambisi mereka dalam memperkuat ekosistem AI secara luas.

Meski ditanya, OpenAI belum memberikan komentar terkait laporan ini. Namun, langkah besar ini menegaskan bahwa OpenAI mau berinvestasi besar-besaran demi tetap menjadi pionir dalam dunia kecerdasan buatan yang terus berkembang pesat.

Dengan langkah ini, OpenAI tampaknya siap membakar banyak dana demi meraih posisi terdepan dalam revolusi AI global yang semakin kompetitif.

(fab/fab)