Jakarta, Naralapor – Kabar terbaru dari dunia teknologi, OpenAI bersama dengan startup 'LoveFrom io' milik desainer legendaris Jony Ive tengah mengembangkan sebuah perangkat AI revolusioner yang diharapkan menjadi pengganti ponsel pintar (HP). Perangkat ini dikabarkan akan hadir tanpa layar dan dirancang dengan ukuran yang jauh lebih kecil, sekitar sebesar telapak tangan, namun mampu berinteraksi secara audio dan visual dengan lingkungan sekitar.
Pengumuman ini muncul setelah OpenAI resmi mengakuisisi LoveFrom io pada pertengahan 2025 senilai US$6,5 miliar, menandai kolaborasi besar antara pemimpin AI dengan genius desain produk masa kini.
Berdasarkan laporan dari Bloomberg, produk hasil kolaborasi ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada tahun 2026. Namun, tantangan teknis yang cukup signifikan masih membayangi proses pengembangan perangkat tersebut. Masalah utama adalah kebutuhan daya komputasi besar yang sulit dipenuhi saat ini.
Seorang sumber yang dekat dengan proyek mengungkapkan bahwa meskipun perusahaan seperti Amazon dan Google memiliki kapasitas komputasi besar untuk asisten digital seperti Alexa dan Google Assistant, OpenAI masih kesulitan menyediakan sumber daya serupa untuk mendukung perangkat baru yang lebih kompleks ini. "Amazon memiliki daya komputasi untuk Alexa, begitu juga dengan Google. Namun, OpenAI kesusahan mendapat komputasi yang cukup untuk ChatGPT, apalagi untuk perangkat AI," ujarnya seperti dikutip dari Financial Times.
Selain masalah sumber daya komputasi, ada pula tantangan lain yang tak kalah penting yaitu menciptakan asisten virtual yang benar-benar personal dan mampu bersikap seperti teman sekaligus komputer canggih. Asisten ini dirancang untuk selalu aktif tanpa memerlukan kata pemicu, dan dapat mengumpulkan data secara berkelanjutan untuk membangun ingatan yang memperkaya kemampuannya.
Perangkat yang dikembangkan juga akan dilengkapi dengan kamera, mikrofon, dan speaker. Namun, aspek privasi menjadi tantangan kritis terkait data yang dikumpulkan secara terus menerus ini. Para pengembang berusaha menyeimbangkan interaksi obrolan yang lancar dengan perlindungan privasi pengguna.
Walaupun target peluncuran sudah ditetapkan, masih harus dilihat apakah OpenAI mampu mengatasi kendala-kendala teknis serta infrastruktur yang kompleks agar perangkat ini benar-benar bisa mengubah cara kita berinteraksi sehari-hari.
Sambil menunggu peluncuran resmi, perangkat AI tanpa layar ini menggugah antusiasme bahwa era baru teknologi personal akan segera tiba dengan cara yang benar-benar berbeda dari apa yang selama ini kita kenal.
(fab/fab)









