NASA Siapkan Jaringan Wi-Fi di Bulan dengan Biaya Rp 2,5 Miliar

Permalink 8 months ago 61

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – NASA berencana menghadirkan jaringan Wi-Fi di Bulan sebagai bagian dari upaya mendukung misi Artemis dan layanan logistik Commercial Lunar Payload Services (CLPS). Kontrak proyek ini telah diberikan kepada perusahaan Solstar Space dengan nilai mencapai US$ 150 ribu atau sekitar Rp 2,5 miliar.

Solstar Space diberikan waktu enam bulan untuk merancang titik akses Wi-Fi yang nantinya akan digunakan dalam berbagai aktivitas di Bulan, mulai dari pendaratan manusia, operasi robot, pemantauan instrumen, hingga komunikasi antar perangkat seperti baju luar angkasa dan tablet komputer.

CEO Solstar, Brian Barnett, mengungkapkan antusiasmenya, "Semuanya harus didukung Wi-Fi. Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk berkolaborasi dengan Johnson Space Center milik NASA, tim yang memelopori Wi-Fi di dalam dan di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional."

Solstar menargetkan produk yang mereka kembangkan tidak hanya dapat digunakan secepat mungkin dalam misi CLPS yang berdurasi singkat (sekitar 1 hari Bulan atau 14 hari Bumi), tetapi juga mampu bertahan dan berfungsi dalam kondisi ekstrem untuk misi Artemis yang berlangsung lebih lama.

Sistem Wi-Fi untuk Bulan ini dirancang agar tahan terhadap radiasi dan panas ekstrem, serta memenuhi standar ketat mengenai ukuran, berat, dan konsumsi daya yang ketat di lingkungan luar angkasa.

Persyaratan teknis NASA untuk misi Artemis mencakup kebutuhan akan sistem komunikasi yang mendukung berbagai fungsi seperti pendaratan, pengiriman barang, layanan robotik, hingga modul kedap udara yang bekerja dengan jaringan Wi-Fi.

Menurut siaran pers resmi, "Akses poin Wi-Fi Bulan yang ditawarkan oleh Solstar didesain untuk memenuhi permintaan NASA yaitu space-grade, multi-modal, multi-protokol, dan akses nirkabel multi-pita yang bisa berfungsi di kondisi Bulan yang ekstrem."

Dengan teknologi ini, tidak hanya komunikasi antar manusia dan perangkat di Bulan yang akan lancar, tetapi juga mendorong kemajuan teknologi dan kolaborasi inovatif dalam eksplorasi ruang angkasa.