'Naga Mini' yang Jadi Amfibi Terlangka di Dunia Kini Dipasangi Microchip untuk Lindungi Populasinya

Permalink 7 months ago 61

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Salamander yang mirip naga ini hanya bisa ditemukan di dasar Danau Pátzcuaro, Meksiko dan dikenal dengan nama salamander achoque. Spesies amfibi ini dianggap salah satu yang paling langka di dunia dan kini mendapatkan perhatian khusus dari tim konservasi dengan pemasangan microchip.

Menurut Adam Bland, asisten manajer tim amfibi di Kebun Binatang Chester, membedakan satu individu achoque dengan yang lain sangat sulit hanya berdasarkan penampilan. Karena itu mereka bekerja sama dengan dokter hewan mengembangkan metode untuk menanam microchip kecil di bawah kulit salamander tersebut agar bisa mengidentifikasi tiap individu dengan lebih mudah.

Teknologi microchip bukan tanpa tantangan karena salamander memiliki kulit yang permeabel dan kemampuan biologis untuk menyerap benda asing lalu mengeluarkannya. Namun, setelah proses yang rumit dan uji coba panjang, tim berhasil menanamkan identitas elektronik ini pada 80 ekor salamander tanpa menimbulkan efek samping atau masalah kesehatan jangka panjang. Semuanya terpantau tetap berada di tempatnya selama monitoring empat bulan.

Uniknya, tim konservasi mendapat bantuan tak terduga dari para biarawati di Monasterio de la Virgen Inmaculada de la Salud yang sejak lama memelihara achoque dan sebelumnya menjadikan amfibi ini bahan obat batuk tradisional. Setelah populasi mereka menurun drastis, para biarawati itu mulai mengembangbiakkan dan merawat ratusan salamander dalam akuarium sebagai upaya pelestarian hidup.

"Kami berkolaborasi dengan para biarawati yang sangat peduli dan memiliki sejarah panjang dengan salamander ini. Mereka menyediakan 28 ekor untuk riset sebelum kami melanjutkan ke populasi liar," ungkap Bland.

Dengan dipasangnya microchip, para konservasionis dapat secara akurat memantau kesehatan dan jumlah achoque secara berkala di habitat alamnya. Saat ini diperkirakan hanya sekitar 150 ekor achoque dewasa yang tersisa di Danau Pátzcuaro, sehingga langkah konservasi ini sangat penting untuk mencegah punahnya spesies yang juga bernilai budaya tinggi bagi masyarakat setempat.

"Meski sulit menarik perhatian karena hidup mereka tersembunyi di dasar danau berlumpur, achoque adalah makhluk unik dengan peran penting. Kami berharap upaya ini bisa berdampak positif bagi pelestarian mereka dan amfibi langka lainnya," tutup Bland.