Nadiem Makarim: Dari Pendiri Gojek hingga Mendikbud yang Kini Jadi Tersangka Kasus Korupsi Laptop

Permalink 9 months ago 75

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Nama Nadiem Makarim selama ini dikenal luas sebagai sosok di balik suksesnya Gojek, startup teknologi kebanggaan Indonesia yang telah mengubah cara orang beraktivitas sehari-hari. Namun, berita terbaru dari Kejaksaan Agung justru membalikkan citra positif tersebut.

Hari Kamis (4/9/2025), Kejaksaan Agung resmi menetapkan Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop. “Telah menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM,” ujar Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, dalam jumpa pers di Jakarta Selatan.

Nama lengkap pria kelahiran 4 Juli 1984 ini adalah Nadiem Anwar Makarim. Ia lahir dari keluarga dengan latar belakang budaya dan intelektual yang beragam. Ayahnya, Nono Anwar Makarim, adalah pengacara dan aktivis yang juga seorang pendiri kantor hukum Makarim & Taira Sjuga, dengan warisan Minang dan Arab. Ibunya, Atika Algadri, adalah penulis lepas dan keturunan pasuruan-Arab yang kakeknya berperan penting sebagai pejuang kemerdekaan dan anggota parlemen awal Republik Indonesia.

Perjalanan pendidikan Nadiem juga unik — ia besar dan bersekolah di Indonesia dan Singapura, lalu menempuh pendidikan tinggi di Brown University, Amerika Serikat, dengan jurusan Hubungan Internasional, kemudian meraih gelar Master of Business Administration dari Harvard Business School. Dengan pengalaman sekolah di luar negeri, ia berujar, “Karena saya punya perspektif sekolah di luar negeri, saya bisa balik lalu melihat hal-hal dengan lensa yang baru.”

Pendirian dan Perkembangan Gojek

Pada 2010, Nadiem mendirikan Gojek, yang awalnya hanya layanan call center sederhana untuk menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek. Gojek kemudian berkembang pesat dengan meluncurkan aplikasi mobile pada 2015 yang mengusung empat layanan utama: GoRide, GoSend, GoShop, dan GoFood. Khusus GoFood, layanan pesan-antar makanan ini sangat populer dan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

Selain itu, Gojek meluaskan ekosistemnya dengan layanan keuangan digital GoPay, serta bidang logistik dan hiburan. Pada 2019, Nadiem menunjuk penggantinya agar fokus pada tugas sebagai Mendikbud di pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'aruf Amin. Pada 2021, Gojek bergabung dengan Tokopedia membentuk GoTo Group yang kini jadi salah satu raksasa teknologi di Asia Tenggara.

Namun, langkah karier Nadiem yang penuh inovasi ini kini menghadapi ujian berat dengan tuduhan korupsi laptop yang sedang diusut oleh Kejaksaan Agung. Kasus ini tentu menjadi perhatian publik mengingat peran pentingnya dalam dunia teknologi dan pemerintahan.

(agt/agt)