Modus Dokter Gadungan di Bantul dan Pentingnya Mencari Second Opinion Medis
Baru-baru ini, warga Bantul dihebohkan oleh kasus dokter gadungan yang berhasil menipu dengan modus pemberian diagnosis palsu HIV dan gangguan mental mythomania. Pelaku, FE (26) asal Sragen, Jawa Tengah, ternyata tidak pernah menerima pendidikan kedokteran formal dan belajar segala ilmunya dari internet.
FE mengaku sejak kecil bercita-cita menjadi dokter, namun tidak pernah melanjutkan sekolah kedokteran. Meski demikian, ia memanfaatkan pengetahuannya yang didapat dari dunia maya untuk mengelabui korban yang mempercayainya.
Korban yang awalnya didiagnosa HIV oleh FE pun akhirnya curiga dan memutuskan untuk mencari second opinion. Ketika diperiksa ulang di RSUP dr. Sardjito, hasil menunjukkan pasien tersebut negatif HIV, membuktikan bahwa diagnosa pertama menyesatkan dan menimbulkan kerugian finansial hingga Rp 528 juta bagi korban.
Kenapa Second Opinion Penting?
Kejadian ini menegaskan betapa pentingnya mencari pendapat kedua atau second opinion dari tenaga medis profesional, terutama jika ada keraguan terhadap diagnosis atau pengobatan yang diberikan.
Marina Virko, PhD dan Kepala Departemen Medis di CMP Germed GmbH, Jerman, menjelaskan bahwa seseorang berhak mengajukan pendapat kedua kapan saja dan untuk berbagai jenis diagnosis, terutama pada situasi seperti:
- Perawatan yang tidak menunjukkan perbaikan nyata
- Obat-obatan yang mahal dengan keraguan tentang efektivitasnya
- Diagnosis yang kurang jelas, khususnya dalam kasus-kasus sulit
- Kecurigaan adanya penyakit langka
- Ketidakmampuan dokter spesialis dalam memberikan diagnosis atau pengobatan yang tepat
Menurut Virko, second opinion juga sangat membantu apabila penjelasan dokter sebelumnya kurang informatif atau membingungkan. Namun, ia menegaskan bahwa untuk kasus akut yang butuh penanganan segera, pencarian pendapat kedua sebaiknya tidak menunda pengobatan.
Belajar dari Kasus FE
Kejadian FE ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada dengan profesi medis yang tidak jelas latar belakang pendidikannya. Jangan ragu untuk selalu mengikuti prosedur medis yang tepat dan mencari pendapat tambahan apabila ada hal yang dirasa janggal.
Dengan kemudahan akses informasi saat ini, bukan berarti seseorang bisa menggantikan peran dokter yang telah menempuh pendidikan formal dan memiliki sertifikasi. Pengetahuan di internet tetap harus dibarengi dengan keahlian dan pengalaman medis yang valid.
Selalu ingat, kesehatan Anda adalah hal yang paling berharga. Jangan sampai mempercayakan hidup pada oknum yang tidak bertanggung jawab hanya karena tampak meyakinkan atau memiliki pengetahuan seadanya. Selalu cari second opinion untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan terbaik.









