Komet Alien 3I/ATLAS Dekati Matahari, PBB dan NASA Sebar Peringatan Dunia

Permalink 7 months ago 67

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor - Komunitas astronomi internasional sedang fokus pada komet asing 3I/ATLAS yang mulai mendekati titik terdekatnya dengan Matahari. NASA dan International Asteroid Warning Network (IAWN)—badan yang dibentuk PBB untuk menangani ancaman dari objek luar angkasa—telah menyerukan kampanye pengamatan luas terhadap komet tersebut.

Komet 3I/ATLAS pertama kali terdeteksi pada 1 Juli 2025 oleh teleskop Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) di Chili. Dari hasil pengamatan, lintasan komet ini mengindikasikan bahwa sumbernya berasal dari sistem bintang lain, menjadikannya komet antar bintang seperti Oumuamua (2017) dan Borisov (2019) yang sempat menghebohkan publik beberapa tahun lalu.

Perkiraan jarak terdekat 3I/ATLAS ke Matahari adalah pada 20 Oktober 2025. Jaraknya ke Bumi sendiri masih sangat jauh, sekitar 270 juta kilometer, yang berarti tidak membawa ancaman bagi planet kita.

Pengamatan oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble menunjukkan komet ini memiliki koma yang samar dan ekor debu dengan diameter sekitar 5,6 kilometer. Perilakunya serupa dengan komet-komet biasa, yang biasanya memiliki atmosfer berkabut dan ekor terang, sehingga cukup sulit untuk melacak pergerakannya secara akurat.

Sementara data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb mengungkapkan bahwa kadar karbon dioksida pada koma komet ini cukup tinggi, sedangkan aktivitas es airnya relatif rendah. Hal ini memberikan menariknya data untuk analisis ilmiah pergerakan dan komposisi komet antar bintang.

Meskipun sudah diyakini sebagai objek alamiah, beberapa pihak membuat spekulasi komet 3I/ATLAS merupakan benda buatan. Salah satunya adalah Avi Loeb, ahli astrofisika Harvard yang menyarankan agar komet ini mendapat perhatian khusus, walaupun secara sederhana dapat dikategorikan sebagai komet biasa.

Namun pernyataan meyakinkan datang dari Tom Statler, ilmuwan senior Divisi Ilmu Planet NASA, yang mengungkapkan kepada The Guardian, "Benda itu nampak seperti komet, melakukan hal biasa seperti komet. Bukti-buktinya juga menunjukkan benda ini adalah alamiah."

Kampanye global oleh NASA dan IAWN ini melibatkan teleskop, pusat riset, dan sukarelawan di seluruh dunia untuk memantau dan memprediksi pergerakan komet 3I/ATLAS. Tujuannya adalah untuk mengasah teknik deteksi agar bila ada objek yang berpotensi mengancam, respons akan lebih cepat dan tepat.

Meski untuk kali ini tidak berdampak bagi Bumi, pengamatan mendalam terhadap objek antar bintang seperti 3I/ATLAS menjadi momen penting bagi komunitas sains untuk memperluas pemahaman kita mengenai benda-benda luar angkasa.