Kesiapan Infrastruktur Jadi Kunci Sukses Adopsi AI di Indonesia

Permalink 8 months ago 67

Foto: www.liputan6.com

Kesiapan Infrastruktur Jadi Kunci Sukses Adopsi AI di Indonesia

Jakarta, Naralapor – Penerapan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Faktor utama yang menentukan apakah AI memberikan manfaat nyata atau justru menimbulkan risiko adalah kesiapan infrastruktur, baik secara nasional maupun di dalam perusahaan itu sendiri.

Berdasarkan Global AI Index 2024, Indonesia berada di peringkat ke-49 dari 83 negara yang dinilai. Salah satu kelemahan besar yang masih harus diatasi adalah infrastruktur nasional, seperti daya komputasi, konektivitas, serta pusat data yang memadai sebagai dasar pemanfaatan AI.

Menurut Wilbertus Darmadi, CIO Toyota Astra Motor, integrasi AI harus menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang. "Pengalaman kami menunjukkan bahwa AI mampu memberikan nilai besar ketika ada infrastruktur yang tepat. Perusahaan harus menyeimbangkan ambisi dengan kesiapan, karena tanpa perencanaan matang, adopsi AI justru bisa menambah risiko, bukan memberikan nilai," ujarnya pada acara Virtus Showcase Jakarta 2025.

Perusahaan Perlu Mengukur Kesiapan Infrastruktur

Wilbertus menegaskan bahwa setiap organisasi wajib menilai seberapa siap infrastruktur mereka sebelum mengimplementasikan AI. "Kekuatan komputasi, keamanan data, dan manajemen risiko harus berjalan seimbang agar implementasi AI tidak hanya menjadi tren, tetapi benar-benar mendorong efisiensi dan inovasi," tambahnya.

Christian Atmadjaja, Direktur Virtus Technology Indonesia, juga menyoroti pentingnya membangun fondasi infrastruktur yang kokoh. "Mulai dari data, keamanan, hingga komputasi – semua harus disiapkan agar nilai bisnis AI bisa dimaksimalkan. Kesiapan infrastruktur bukan sekadar soal teknis, melainkan bagian dari strategi bisnis," jelasnya.

Infrastruktur Harus Scalable dan Tangguh

Memang tidak harus membangun semuanya sekaligus. Strategi efektif adalah menyiapkan infrastruktur yang fleksibel dan dapat berkembang sesuai kebutuhan AI ke depan. Pendekatan ini makin efektif jika perusahaan memiliki mitra teknologi yang tepat.

Erwin Yusran, Data Center Solutions Lead Dell Technologies Indonesia, menyatakan, "AI adalah kekuatan transformatif, dan infrastruktur AI yang kuat dan scalable menjadi kunci keberhasilannya. Dell AI Factory menawarkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan unik perusahaan, memberikan teknologi terkini dan integrasi tanpa hambatan."

Pendekatan mereka membantu organisasi menjaga keamanan data sekaligus mengatasi kekurangan keterampilan teknologi yang ada.

Keamanan Jadi Prioritas Seimbang dengan AI

Selain kesiapan infrastruktur, keamanan siber menjadi tantangan utama. Palo Alto Networks menekankan bahwa pertumbuhan AI harus diimbangi dengan penerapan strategi keamanan modern berbasis Zero Trust.

Adi Rusli, Country Manager Palo Alto Networks Indonesia, menjelaskan, "AI membuka peluang besar, namun juga memperluas permukaan serangan. Zero Trust membantu membangun kepercayaan digital, sehingga perusahaan dapat mengadopsi AI secara aman."

Menurutnya, keamanan kini bukan lagi sekadar teknologi pendukung tapi sudah menjadi inti strategi bisnis. Tanpa kepercayaan terhadap keamanan, AI tidak akan mampu memberikan nilai maksimal.

Isu kesiapan infrastruktur dan keamanan AI ini menjadi fokus utama dalam acara Virtus Showcase Jakarta 2025, yang didukung oleh berbagai vendor IT global seperti Palo Alto Networks, Dell Technologies, Arista, Forcepoint, Hikvision, Huawei, dan Red Hat.