Kebakaran Hutan Jadi Kontributor Polusi Udara Terbesar, Dampaknya Mulai Terasa di Indonesia

Permalink 9 months ago 85

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengungkapkan bahwa kebakaran hutan akibat perubahan iklim menjadi salah satu sumber utama polusi udara tingkat dunia pada tahun 2024. Tidak hanya berdampak global, fenomena ini juga sering terjadi dan dirasakan langsung di Indonesia.

Laporan WMO menyebutkan bahwa polusi udara ambien, yang antara lain diperparah oleh asap kebakaran hutan, menyebabkan sekitar 4,5 juta kematian dini setiap tahun. Titik-titik kebakaran besar tercatat di berbagai belahan dunia seperti Lembah Amazon, Kanada, Siberia, dan Afrika Tengah, yang secara signifikan menambah partikel berbahaya di udara.

WMO menjelaskan, “Kebakaran hutan merupakan penyumbang besar polusi partikel dan masalah ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan pemanasan iklim, yang menimbulkan risiko yang semakin besar bagi infrastruktur, ekosistem, dan kesehatan manusia.”

Efek pemanasan global, yang didominasi oleh emisi dari bahan bakar fosil, mengubah pola cuaca dan menyebabkan kebakaran hutan yang lebih sering dan meluas secara global. Partikel polutan ini tidak hanya berasal dari kebakaran, tetapi juga dari pembakaran batu bara, minyak, gas, kayu, serta aktivitas transportasi dan pertanian.

Ko Barrett, Wakil Sekretaris Jenderal WMO, menegaskan bahwa perubahan iklim dan kualitas udara tidak bisa dipisahkan. “Keduanya harus ditangani bersama untuk melindungi planet kita, komunitas kita, dan perekonomian kita,” ujarnya.

Selain itu, kebakaran hutan yang memecahkan rekor di Eropa Selatan pada tahun ini turut memperburuk polusi udara di benua tersebut, mengingat asap yang meluas ke berbagai wilayah.

Untuk Indonesia, yang dikenal memiliki hutan tropis luas dan rawan kebakaran hutan pada musim kemarau, kondisi ini menjadi peringatan agar langkah mitigasi dan pengendalian polusi udara serta perubahan iklim bisa lebih diprioritaskan. Upaya bersama baik di tingkat nasional maupun global sangat penting guna menekan dampak kebakaran hutan dan memperbaiki kualitas udara demi kesehatan masyarakat.