Jepang Persenjatai Kapal Perang dengan Rudal Tomahawk untuk Hadapi Ancaman China

Permalink 8 months ago 65

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Dalam upaya memperkuat pertahanan di kawasan Asia yang semakin dinamis, Jepang akan melengkapi salah satu kapal perangnya dengan rudal jelajah Tomahawk yang canggih. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap bertambahnya ancaman misil dari China dan Korea Utara.

Kapal perusak JS Chokai, yang dilengkapi dengan radar Aegis, sedang dalam perjalanan menuju Amerika Serikat untuk menjalani proses modifikasi dan pelatihan awak kapal agar dapat mengoperasikan rudal Tomahawk. Rudal ini memiliki jangkauan sekitar 2.500 kilometer, sehingga mampu menyerang target di dalam wilayah China dan Korea Utara.

Kesepakatan Jepang dengan Amerika Serikat soal pengadaan 400 rudal Tomahawk telah disepakati pada awal tahun 2024 sebagai bagian dari peningkatan anggaran pertahanan Tokyo. Menteri Pertahanan Jepang, Jenderal Nakatani, menyebut bahwa Beijing semakin agresif dalam memperkuat kemampuan militernya dan intensif melakukan aktivitas militer di kawasan, termasuk di sekitar Kepulauan Senkaku—daerah yang menjadi sengketa antara Jepang dan China.

Kepulauan Senkaku, yang dikenal oleh China sebagai Kepulauan Diaoyu, menjadi titik panas dalam persaingan wilayah di Laut Cina Timur. Mengantisipasi situasi ini, Pasukan Bela Diri Jepang berambisi memperluas kemampuan pertahanan jarak jauhnya.

Meski Tokyo menyatakan bahwa Tomahawk digunakan untuk tujuan pertahanan, rudal ini sejatinya adalah senjata ofensif. Angkatan Laut AS sendiri menyatakan bahwa Tomahawk merupakan rudal serang darat yang efektif dan digunakan dalam berbagai operasi militer, termasuk lebih dari 2.000 kali dalam berbagai konflik. Rudal ini bisa diluncurkan dari kapal perang, kapal selam, serta platform darat, dan pernah dipakai dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada bulan Juni.

Chokai yang panjangnya 204 meter dan berat 9.500 ton memiliki 90 sel peluncur vertikal yang dapat mengakomodasi berbagai jenis rudal, termasuk Tomahawk, rudal anti balistik, pertahanan udara, serta roket anti kapal selam. Saat ini, Kapal Chokai sudah mulai berlatih dengan menggunakan amunisi tiruan Tomahawk yang dimuat ke dalam peluncur vertikalnya.

Peningkatan kemampuan militer Jepang ini mendapat respons keras dari China. Beijing menuduh tindakan ini menyimpang dari konstitusi Jepang pasca Perang Dunia II, yang selama ini membatasi militer Jepang hanya untuk keperluan bertahan dan bukan ofensif.

Namun, dengan meningkatnya kompleksitas ancaman regional, Jepang tampaknya yakin penguatan pertahanan jarak jauh dengan senjata canggih seperti Tomahawk adalah langkah strategis yang diperlukan demi menjaga stabilitas kawasan dan keamanan nasional.