Influencer Panjat Tebing Balin Miller Meninggal Dunia Saat Live Streaming di Yosemite

Permalink 8 months ago 70

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Dunia pendakian dikejutkan oleh kabar meninggalnya Balin Miller, seorang influencer dan pendaki free solo asal Alaska, yang tewas saat melakukan live streaming pendakian di Taman Nasional Yosemite pada 1 September 2025.

Balin Miller, yang dikenal dengan keberaniannya menaklukkan tebing tanpa alat pengaman, tengah mencoba rute "Sea of Dreams" setinggi sekitar 730 meter di El Capitan, sebuah ikon populer bagi para pendaki di Yosemite.

Sebelum tragedi terjadi, menurut sang kakak, Dylan Miller, Balin berhasil mencapai puncak rute tersebut. Namun, saat melakukan rappelling turun, kecelakaan fatal menimpa dirinya.

Dylan mengatakan, "Saya tidak yakin apa yang terjadi tepatnya, tapi kecelakaan itu terjadi setelah dia mencapai akhir rute."

Salah satu penonton live streaming, Michelle Gerrick, mengungkap bahwa ia melihat Balin berusaha mengambil tas yang tersangkut di batu sebelum jatuh. Michelle menulis di Facebook, "Dia berhasil mencapai puncak, tapi saat mencoba mengambil tasnya, dia terjatuh... semuanya terekam dalam siaran langsung."

Ibu Balin, Jeanine Girard-Moorman, juga mengungkapkan kesedihannya melalui media sosial. "Hatiku hancur berkeping-keping. Aku tak tahu bagaimana aku bisa melewati ini... Aku sangat mencintainya. Aku ingin bangun dari mimpi buruk ini," tulisnya.

Pengelola Taman Nasional Yosemite menyatakan bahwa penjaga hutan segera tiba di lokasi, tetapi upaya penyelamatan tidak berhasil menyelamatkan nyawa Balin. Pada saat kejadian, taman nasional dalam kondisi sebagian terbuka dengan staf terbatas akibat penutupan pemerintahan sebelumnya.

Komunitas pendaki dan netizen turut menyampaikan duka atas kepergian Balin yang dikenal sebagai sosok berani dan berdedikasi tinggi. Prestasinya, terutama menaklukkan rute "Reality Bath" di Canadian Rockies yang hampir tak tersentuh selama hampir 40 tahun, menjadikannya salah satu atlet panjat tebing terkemuka di dunia.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan risiko mendaki tanpa alat pengaman dan memicu diskusi tentang batas antara keberanian serta keselamatan, khususnya bagi para influencer yang membagikan momen ekstrem secara langsung.