Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia Tahun 2023

Permalink 8 months ago 67

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Emas terus menunjukkan pesonanya sebagai salah satu komoditas yang paling dicari di dunia, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Tahun 2023 mencatat produksi emas dunia mencapai 3.000 metrik ton, meskipun mengalami penurunan 60 MT dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru dari US Geological Survey yang dikutip oleh Nasdaq, berikut adalah 10 negara penghasil emas terbesar di dunia pada tahun 2023:

  1. China – Memimpin dengan produksi emas sebesar 370 MT, China tetap jadi pemain utama di sektor pertambangan emas dunia. Tidak hanya produksi, China juga menjadi konsumen emas terbesar dengan jumlah mencapai 1.089,69 MT. Bank sentral China bahkan menambah cadangan emas sebesar 225 MT sepanjang tahun ini.
  2. Australia – Menghasilkan 310 MT emas di 2023, Australia dikenal memiliki cadangan emas terbesar di dunia sekitar 12.000 MT. Tambang Boddington di Australia Barat jadi salah satu tambang emas terbesar yang mendukung ekonomi dengan kontribusi mencapai 24 miliar dolar Australia.
  3. Rusia – Juga menghasilkan 310 MT emas, Rusia menjadi negara dengan cadangan emas terbesar kedua setelah Australia, mencapai 11.100 MT. Meskipun ada kendala dalam akses pasar internasional pasca konflik di Ukraina, Rusia mengalihkan fokus penjualan ke negara-negara BRICS dan wilayah Asia lainnya.
  4. Kanada – Produksi emas Kanada sebesar 200 MT dengan kontribusi utama dari Ontario dan Quebec, dua provinsi yang menghasilkan lebih dari 70% total emas negara tersebut. Segitiga Emas di British Columbia juga menjadi hotspot eksplorasi yang potensial.
  5. Amerika Serikat – Dengan produksi sebesar 170 MT, mayoritas emas AS berasal dari Nevada dan Alaska. Meski mengalami sedikit penurunan, AS memiliki perkiraan sumber daya emas sebanyak 33.000 MT, menjadikannya sangat potensial untuk masa depan pertambangan emas.
  6. Kazakhstan – Melonjak menjadi 130 MT di tahun 2023, Kazakhstan menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam industri emasnya. Tambang Altyntau Kokshetau milik Glencore adalah yang terbesar dan perusahaan Polymetal International berfokus menguatkan posisi pasar domestik dan regional.
  7. Meksiko – Dengan produksi 120 MT, Meksiko terus menjadi pemimpin global yang memiliki sejarah pertambangan emas panjang sejak masa kolonial Spanyol. Operasi besar seperti tambang Herradura oleh Fresnillo sangat berkontribusi pada produksi nasional.
  8. Indonesia – Menempati posisi ke-8 dengan produksi 110 MT pada 2023, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen emas terbesar dunia. Tambang utama adalah Grasberg Mining District yang merupakan hasil kerja sama Freeport-McMoRan dengan perusahaan milik negara, menghasilkan lebih dari 56 MT emas.
  9. Afrika Selatan – Memproduksi 100 MT, Afrika Selatan menjadi penyuplai emas terbesar di Afrika dengan sumber daya kaya di Cekungan Witwatersrand. Meski menghadapi tantangan dalam hal konflik industri dan pemadaman listrik, produksi emas negara tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya.
  10. Uzbekistan – Juga menghasilkan 100 MT emas, dengan Tambang Muruntau yang dioperasikan oleh Navoi Mining and Metallurgical Company menjadi salah satu tambang emas terbesar di dunia. Meskipun produksi stabil selama dekade lalu, rencana pengembangan sedang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tambang.

Indonesia, dengan pertumbuhan produksi emas sebesar 5 MT dibandingkan tahun sebelumnya, semakin menunjukkan potensi besar di sektor pertambangan. Keberadaan tambang Grasberg yang kaya dengan cadangan emas menjadikan Indonesia salah satu pilar penting dalam industri emas global.

Dengan meningkatnya permintaan dan status emas sebagai aset unggulan, posisi negara-negara ini dalam peta pertambangan dunia menjadi sangat strategis. Melihat potensi dan tantangan yang ada, pengelolaan sumber daya emas ini akan terus menjadi perhatian utama pemerintah dan pelaku industri.