Ilmuwan China Temukan Kawah Raksasa dengan Sumber Hidrogen Melimpah di Dasar Laut Pasifik

Permalink 9 months ago 74

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Penemuan mengejutkan datang dari dasar Samudra Pasifik! Ilmuwan asal China berhasil mengidentifikasi sebuah sistem hidrotermal raksasa yang belum pernah diketahui sebelumnya. Sistem ini berada di lepas pantai timur laut Papua Nugini dan dinamakan Sistem Kunlun.

Sistem Kunlun terdiri dari sekitar 20 kawah besar yang membentuk sebuah ‘kawanan pipa’. Kawah terbesar mencapai lebar 1.800 meter dan kedalaman sekitar 130 meter. Luas seluruh sistem ini mencapai 11 kilometer persegi, membuatnya jauh lebih besar dibandingkan ladang hidrotermal di Atlantik, seperti yang terdapat di pegunungan bawah laut Atlantis Massif.

Apa yang membuat Kunlun begitu menarik? Sistem ini melepaskan jumlah hidrogen yang besar. Hidrogen ini diduga menjadi sumber energi bagi berbagai kehidupan laut di kedalaman yang tidak terjamah sinar matahari. Proses kimiawi di sini—serpentinisasi—terjadi ketika air laut bereaksi dengan batuan mantel, menghasilkan mineral serpentin dan pelepasan hidrogen.

Prof. Weidong Sun dari Chinese Academy of Sciences Institute of Oceanology menjelaskan, “Paling menarik adalah potensi ekologisnya. Kami mengamati beragam kehidupan laut dalam yang berkembang pesat di sini, seperti udang, lobster jongkok, anemon, dan cacing tabung, yang mungkin bergantung pada kemosintesis berbahan bakar hidrogen.” Karena sinar matahari tidak menembus kedalaman laut tersebut, kehidupan di sana menggunakan kemosintesis—memanfaatkan bahan kimia seperti hidrogen untuk menghasilkan makanan dan bertahan hidup.

Para ilmuwan pun berharap, studi lebih lanjut terhadap Sistem Kunlun bisa membuka wawasan baru tentang bagaimana kehidupan mungkin muncul di Bumi purba, mengingat kondisi kimiawinya yang mirip dengan zaman dahulu.

Penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa dasar lautan masih menyimpan misteri besar dan kemungkinan ekosistem yang unik dan kaya akan sumber energi alami. Ke depan, eksplorasi menggunakan kapal selam berawak yang sama juga potensial untuk mengungkap komunitas kemosintesis lain di kedalaman laut Pasifik yang belum banyak diketahui.

Dengan skala dan kekayaan hidrogennya, Sistem Kunlun membuka babak baru dalam studi kelautan dan biologi laut dalam yang sangat menarik untuk diikuti. Ini bukan hanya tentang menemukan tempat baru di bumi, tapi juga tentang memahami asal usul kehidupan.