Heboh! Bitcoin Nganggur 14 Tahun Tiba-Tiba Transfer Rp149 Triliun, Ini Faktanya

Permalink 8 months ago 67

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor — Baru-baru ini terjadi fenomena langka di dunia kripto. Sebanyak 80.000 Bitcoin (BTC), yang selama 14 tahun mengendap di delapan dompet digital sejak 2011, mendadak dipindahkan secara bertahap masing-masing 10.000 BTC per transaksi.

Jumlah Bitcoin tersebut senilai sekitar US$9 miliar atau setara Rp149 triliun, jauh melampaui rekor transfer harian sebelumnya yang sebesar 3.700 BTC. Pada tahun 2011, harga Bitcoin masih di bawah US$4 per koin atau yang dikenal dengan era Satoshi, sehingga nilai transfer terbaru ini sangat besar secara nominal.

Julio Moreno, Kepala Riset CryptoQuant, menyebut pergerakan ini sebagai "pergerakan harian koin terbesar berusia 10 tahun atau lebih dalam sejarah." (Tech Spot, 11/10/2025)

Muncul banyak spekulasi terkait alasan transfer besar-besaran ini. Beberapa pengamat menduga hal ini bisa menandai perubahan kepemilikan aset raksasa tersebut atau upaya meningkatkan keamanan dengan memindahkan ke alamat dompet yang lebih modern.

Sementara itu, Conor Grogan, Direktur di Coinbase, menekankan kecil kemungkinan ini merupakan hasil peretasan besar. Ia menyatakan, "Kemungkinan kecil US$8 miliar dalam BTC telah diretas atau kunci pribadi yang dikompromikan." Grogan menduga aktivitas ini adalah pengujian untuk memastikan kunci pribadi yang sudah lama disimpan masih bisa digunakan.

Namun, ia juga mengingatkan, jika memang transfer ini adalah akibat peretasan, maka ini bisa menjadi pencurian Bitcoin terbesar dalam sejarah umat manusia.

Menurut laporan Tech Spot dan Arkham Intelligence, hingga saat ini belum ada tanda-tanda Bitcoin tersebut dijual. Lebih mungkin, transfer tersebut difokuskan pada pemindahan ke alamat dompet format baru yang lebih aman.

Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengelolaan kunci pribadi dan keamanan aset digital, terutama ketika nilai dan usia aset sudah sangat berharga.

(fab/fab)