Jakarta, Naralapor – Google menyuarakan keberatannya terhadap regulasi yang diterapkan pemerintah Australia terkait pembatasan pengguna media sosial di bawah usia 16 tahun. Dalam sidang parlemen Australia yang membahas keselamatan di dunia maya, perwakilan Google, Rachel Lord, mengungkapkan bahwa aturan tersebut sulit untuk ditegakkan dan diragukan efektivitasnya dalam membuat anak lebih aman saat berselancar di internet.
"Peraturan itu tidak hanya akan sulit ditegakkan, namun tidak memenuhi janji untuk membuat anak lebih aman secara online," tegas Lord, manajer senior urusan pemerintahan YouTube Australia, seperti dikutip Reuters pada Senin (13/10/2025).
Lord juga menambahkan bahwa solusi terbaik bukanlah melarang anak-anak menggunakan internet atau media sosial secara total, melainkan menerapkan aturan yang tepat serta menyediakan alat keamanan yang efektif. "Aturan yang disusun dengan baik bisa jadi alat efektif membangun upaya industri untuk menjaga anak tetap aman secara online. Namun solusi menjaga anak tetap bisa aman secara online bukan menghentikannya berinternet," ujar Lord.
Menurutnya, platform teknologi juga harus menyediakan fitur yang membantu para orang tua untuk mengontrol aktivitas anak-anak mereka saat online. Penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan analisis data perilaku diusulkan pemerintah Australia agar bisa memperkirakan usia pengguna tanpa harus melakukan verifikasi formal.
Pemerintah Australia resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial mulai Desember mendatang, sebuah kebijakan yang menuai kontroversi dari berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi besar seperti Google.
Polemik ini memicu perdebatan antara perlindungan anak dan kebebasan akses informasi di dunia digital yang terus berkembang pesat.
(fab/fab)
[Video CNBC terkait berita ini tersedia di laman resmi Naralapor]









