Google Kena Denda Rp 56 Triliun oleh Uni Eropa atas Praktik Anti-Persaingan di Bisnis Teknologi Periklanan

Permalink 9 months ago 95

Foto: inet.detik.com

Jakarta - Google baru-baru ini dijatuhi denda besar senilai USD 3,45 miliar atau sekitar Rp 56 triliun oleh Komisi Eropa akibat dugaan praktik anti-persaingan dalam bisnis teknologi periklanan (adtech) mereka.

Komisi Eropa menyatakan bahwa Google telah menyalahgunakan dominasinya dengan memprioritaskan layanan teknologi periklanan display miliknya sendiri, sehingga merugikan para pesaing dan mengganggu persaingan yang sehat di pasar adtech.

Atas keputusan ini, Google diwajibkan menghentikan praktik tersebut dan mengadopsi langkah untuk menangani konflik kepentingan di seluruh layanan periklanannya dalam waktu 60 hari. Jika Google gagal, pihak regulator tidak segan untuk mengambil tindakan tegas lebih lanjut.

Teresa Ribera, Kepala Persaingan Komisi Eropa, menegaskan, "Keputusan hari ini menunjukkan bahwa Google menyalahgunakan posisi dominannya di teknologi periklanan yang merugikan penerbit, pengiklan, dan konsumen. Perilaku ini ilegal berdasarkan aturan antimonopoli Uni Eropa."

Namun, Google tidak terima dengan keputusan tersebut. Lee-Anne Mulholland, Kepala Urusan Regulasi Global Google, mengatakan keputusan itu tidak berdasar dan akan diajukan banding. "Keputusan ini mengenakan denda yang tidak beralasan dan membutuhkan perubahan yang akan merugikan ribuan bisnis Eropa dengan mempersulit mereka menghasilkan uang," ujar Mulholland.

Dia juga menambahkan, "Tidak ada yang anti persaingan dalam menyediakan layanan bagi pembeli dan penjual iklan dan juga ada lebih banyak alternatif untuk layanan kami daripada sebelumnya."

Kasus ini bermula pada tahun 2021 saat Uni Eropa mulai menyelidiki apakah Google mengutamakan layanan iklan bergambar milik mereka sendiri sehingga merugikan pelaku lain di industri teknologi periklanan.

Dengan denda yang mencapai triliunan rupiah ini, pihak regulator menunjukkan tegas bahwa praktik bisnis berbasis teknologi yang menghambat persaingan tidak akan dibiarkan. Sekarang, perhatian tertuju pada langkah apa yang akan diambil Google ke depannya dan bagaimana hal ini akan berdampak pada ekosistem iklan digital di Eropa.