Google AI Plus Resmi Meluncur di Indonesia dengan Harga Rp75.000 per Bulan dan Beragam Fitur Canggih

Permalink 9 months ago 74

Foto: www.liputan6.com

Jakarta – Google resmi meluncurkan layanan Google AI Plus di Indonesia, membawa solusi pintar yang dirancang untuk mendukung kreativitas dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Paket ini hadir dengan harga terjangkau, yakni Rp75.000 per bulan, dan memberikan akses ke teknologi kecerdasan buatan terbaru dari Google.

Bagi pengguna baru, Google menawarkan diskon menarik sebesar 50 persen selama enam bulan pertama. Tujuannya adalah memperluas akses teknologi AI canggih bagi masyarakat mulai dari pelajar, peneliti hingga profesional yang ingin mempercepat pekerjaan sehari-hari.

Beragam Fitur Unggulan Google AI Plus

Google AI Plus memungkinkan pengguna melakukan berbagai proses kreatif dengan mudah. Salah satunya adalah pembuatan video berkualitas tinggi menggunakan Veo 3 Fast, model AI terbaru yang dirilis Google. Selain itu, tersedia juga fitur seperti Whisk dan Flow yang berfungsi membantu pembuatan gambar dan video secara instan.

Untuk kalangan akademis, paket ini membuka akses ke Gemini 2.5 Pro dan fitur eksklusif di NotebookLM, yang sangat membantu dalam pengerjaan proyek besar, persiapan ujian, hingga riset ilmiah.

Integrasi dengan Aplikasi Google Populer

Salah satu keunggulan lain dari Google AI Plus adalah integrasi seamless dengan aplikasi Google populer seperti Gmail, Docs, dan Sheets. Dengan dukungan AI ini, pengguna dapat:

  • Menulis dan menyusun email profesional lebih cepat.
  • Mengelola jadwal dan rencana proyek dengan mudah menggunakan Sheets.
  • Membuat presentasi maupun video dengan bantuan Flow.
  • Memanfaatkan fitur NotebookLM untuk analisis data dan riset.

Google sendiri memberikan contoh bagaimana profesional muda atau first jobber dapat terbantu pada hari pertama bekerja dengan dukungan semua fitur ini yang membuat pengelolaan tugas jadi lebih efisien dan praktis.

Google Tegaskan Tidak Ada 2,5 Miliar Akun Gmail Diretas

Selain meluncurkan Google AI Plus, Google juga menyikapi isu sensitif yang beredar mengenai dugaan peretasan 2,5 miliar akun Gmail melalui serangan phishing.

Dalam pernyataan resmi, Google menegaskan, "Kami ingin meyakinkan pengguna kami, perlindungan Gmail kuat dan efektif." Google membantah klaim yang tersebar bahwa mereka mengirimkan peringatan massal sehubungan dengan kebocoran data tersebut.

Modus Serangan Phishing dengan Taktik Rekayasa Sosial

Meski demikian, Google mengakui adanya serangan siber yang terjadi sejak Juni 2025. Pelaku kejahatan menggunakan metode rekayasa sosial dengan menyamar sebagai staf TI dalam panggilan telepon yang meyakinkan dan membujuk karyawan Google agar mengizinkan aplikasi jahat terhubung ke Salesforce.

Hal ini memungkinkan pencurian informasi kontak, nama perusahaan, dan catatan terkait. Namun, Google memastikan tidak ada pencurian kata sandi pengguna.

Google mengimbau pengguna untuk tetap waspada terhadap upaya phishing melalui email, telepon atau pesan teks palsu yang akhir-akhir ini banyak dilaporkan di berbagai forum.

Dengan kehadiran Google AI Plus, Google kembali menunjukkan komitmen mereka untuk menghadirkan teknologi AI yang membantu sekaligus menjaga keamanan data penggunanya di Indonesia.