Gangguan Kabel Bawah Laut di Laut Merah: Mengapa Ini Bisa Memengaruhi Internet Global?

Permalink 9 months ago 67

Foto: inet.detik.com

Jakarta - Baru-baru ini, sebuah insiden yang menyebabkan kabel bawah laut di Laut Merah terputus kembali mengingatkan kita akan betapa penting dan rapuhnya infrastruktur digital global ini. Kabel bawah laut memegang peran krusial dalam menghubungkan berbagai benua dan wilayah, sehingga kerusakan kecil saja bisa berdampak besar pada koneksi internet di banyak negara.

Lebih dari 95 persen lalu lintas internet dunia melewati kabel serat optik yang terletak di dasar laut. Kabel-kabel ini mampu menyalurkan data dengan kecepatan sangat tinggi, jauh melebihi teknologi satelit, sehingga jadi tulang punggung layanan digital seperti streaming video, transaksi perbankan, dan layanan cloud.

Apa Penyebab Kabel Bawah Laut Bisa Rusak?

  • Jangkar kapal: Jangkar yang menenggelam dan menyeret kabel dapat merusaknya secara fisik.
  • Aktivitas alam: Gempa bumi atau longsor bawah laut juga bisa menyebabkan kabel putus.
  • Aktivitas manusia: Pekerjaan konstruksi bawah laut atau penangkapan ikan dalam skala besar bisa secara tidak sengaja merusak kabel.
  • Sabotase: Walau jarang, ada ancaman sengaja merusak kabel terutama di kawasan konflik.

Memperbaiki kabel ini bukan hal yang mudah. Kapal khusus harus melaut ke titik putus, kemudian menarik kabel dari kedalaman yang bisa mencapai ribuan meter dan menyambungnya kembali. Proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu.

Redundansi Tidak Selalu Sempurna

Untuk mengurangi gangguan, biasanya ada jalur alternatif yang dapat menampung lalu lintas saat satu kabel putus. Tapi penggunaan jalur cadangan ini sering membuat koneksi internet menjadi lebih lambat dan kurang stabil karena rute yang dilewati bisa lebih jauh atau sudah terlalu padat.

Insiden kali ini memengaruhi dua kabel penting, yaitu SMW4 dan IMEWE, yang menghubungkan Asia dan Eropa. Dampaknya terasa di berbagai negara seperti India, Pakistan, dan Uni Emirat Arab, menimbulkan perlambatan dalam akses internet.

Masa Depan Infrastruktur Kabel Bawah Laut

Selain menghadapi risiko fisik dan geopolitik, permintaan akan kapasitas internet yang terus meningkat mendorong proyek pembangunan kabel baru dengan teknologi yang lebih canggih dan kapasitas lebih besar. Perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Meta bahkan ikut berinvestasi dalam usaha ini untuk menyiapkan konektivitas masa depan yang lebih baik.

Kabel bawah laut bukan hanya sekadar kabel; mereka adalah jantung dari konektivitas dunia. Kerusakan pada jaringan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga dan mengamankan infrastruktur ini demi kelancaran komunikasi global.