Jakarta – Florence Poirel, seorang Manajer Program Senior Google di Zurich, Swiss, memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya yang bergaji besar—sekitar Rp 6,4 miliar per tahun. Keputusan ini terbilang mengejutkan mengingat gaji dan jabatan yang ia sandang. Lalu, apa motivasi di balik langkah berani ini?
Di usia 37 tahun, Florence mengaku sejatinya menikmati pekerjaannya dan merasa tidak kelelahan. "Saat saya meninggalkan Google, saya sama sekali tak merasa kelelahan. Timnya menyenangkan. Pekerjaannya cukup menyenangkan," ujarnya.
Akan tetapi, Florence menyadari ada hal yang jauh lebih penting daripada sekedar karier dan gaji besar, yaitu waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta. Ia ingin memanfaatkan waktu bersama pasangannya, Jan, yang berusia 17 tahun lebih tua darinya.
"Saya tidak bisa hanya menunggu masa pensiun untuk menikmati waktu saya bersamanya karena ia akan jauh lebih tua," kata Florence.
Kesadaran ini mendorongnya untuk menabung dan berinvestasi dengan agresif agar bisa pensiun lebih awal. Pada Januari 2024, Florence telah mengumpulkan dana sekitar USD 1,5 juta. Beberapa bulan kemudian, pada April 2024, dirinya dan Jan sama-sama meninggalkan posisi mereka di Google.
Florence menyebut masa pensiunnya sebagai "pensiun mini"—periode dimana ia memiliki cukup tabungan untuk membiayai hidupnya selama 18 bulan ke depan tanpa harus bekerja. Walau belum berencana kembali ke dunia kerja, ia merasa bahagia dengan kehidupannya saat ini.
"Saya tidak terlalu gelisah untuk kembali bekerja. Saya sangat menikmati kehidupan sehari-hari yang telah kami ciptakan dalam masa pensiun mini ini," ucapnya.
Perjalanan Florence menuju titik ini tidak mudah. Pada 2013, ia sempat bekerja di bidang pemasaran di Belgia namun merasa tidak puas. Sebuah pepatah Prancis dari rekannya, "Qui ne tente rien n'a rien" (ia yang tidak mengambil risiko, takkan punya apa-apa), membangkitkan keberaniannya untuk mengambil langkah besar. Ia pun mengundurkan diri dan pindah ke Dublin tanpa pekerjaan maupun koneksi. Di Dublin, Florence memulai kariernya di Google dengan posisi kontrak dan gaji yang jauh lebih kecil—sekitar USD 60.000.
Melalui kerja keras dan konsistensi, ia meniti karier selama lebih dari satu dekade hingga menjadi manajemen senior di Zurich.
Mengorbankan gaji besar tentu bukan hal mudah. "Menolak penghasilan sebesar ini memang bisa menakutkan," ujarnya. Namun, Florence tidak menyesal. Selama masa pensiun mini, ia menikmati kegiatan seperti berenang di Danau Zurich, memberikan pelatihan karier untuk perempuan, serta bepergian bersama Jan ke luar negeri.
"Saya pikir akan mudah bosan. Tapi sudah satu setengah tahun berlalu dan saya masih belum pernah merasa bosan," ungkapnya.
Menurut Florence, hidup ini terlalu singkat dan indah untuk dihabiskan sebagian besar waktunya hanya di tempat kerja. Ia ingin menghabiskan waktunya lebih banyak di alam, bersama keluarga, teman, dan orang-orang terkasih sambil melakukan hal-hal yang membuatnya bahagia.
(Sumber: detikINET & CNBC, 2025)









