Elon Musk Dapat Persetujuan Paket Gaji Rp 16.700 Triliun dari Tesla

Permalink 7 months ago 64

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Pemegang saham Tesla baru-baru ini menyetujui paket kompensasi besar-besaran untuk CEO-nya, Elon Musk, yang dapat membuatnya menjadi triliuner pertama di dunia.

Pada rapat umum pemegang saham tahunan, lebih dari 75% suara mendukung paket yang memberikan Musk hingga 423,7 juta lembar saham Tesla tambahan selama 10 tahun ke depan. Nilai saham ini bisa mencapai sekitar USD 1 triliun atau setara Rp 16.700 triliun, jika Tesla berhasil mencapai kapitalisasi pasar USD 8,5 triliun yang menjadi syarat pembayaran penuh.

Pengumuman hasil voting ini disambut dengan sorakan dan yel-yel dari para hadirin, dan Musk pun mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham dan dewan Tesla. "Saya sangat menghargainya," kata Musk, seperti dikutip dari CNN.

Paket ini bukan sekadar pemberian saham biasa, karena Musk harus mencapai target finansial dan operasional yang ketat. Pembagian saham akan dilakukan dalam 12 tahap dengan nilai yang sama besar. Jika Musk berhasil mengantongi semua saham tersebut, itu setara dengan penghasilan sekitar USD 275 juta per hari, rekor tertinggi paket bayaran eksekutif dalam sejarah.

Target Kapitalisasi Pasar yang Ambisius

Untuk memenuhi syarat paket gaji ini, Tesla harus menumbuhkan nilai pasar hingga USD 8,5 triliun—kenaikan sekitar 466% dari harga saham saat ini. Angka ini jauh melampaui kapitalisasi pasar Nvidia, perusahaan paling bernilai saat ini yang mencapai USD 5 triliun.

Hingga kini, kekayaan Elon Musk diperkirakan mencapai USD 473 miliar, yang sebagian besar berasal dari kepemilikan saham Tesla dan perusahaan-perusahaan lain seperti SpaceX dan xAI.

Risiko dan Harapan di Balik Paket Gaji

Penerimaan paket ini juga berimplikasi politik di internal perusahaan. Penolakan paket mungkin akan membuat Musk mempertimbangkan untuk mundur dari posisi CEO Tesla. Dewan direksi menyatakan Musk sudah memberikan sinyal akan keluar jika tidak mendapat kendali yang cukup melalui paket ini.

Tesla sendiri sedang menghadapi tantangan, termasuk penurunan penjualan dan laba di paruh pertama 2025, serta kemungkinan kehilangan pendapatan miliaran dolar akibat pengurangan insentif pemerintah AS untuk kendaraan listrik.

Fokus Baru pada Robot dan AI

Meski menghadapi tekanan finansial, Musk optimis dengan masa depan Tesla yang kini berfokus pada robot dan kendaraan otonom, termasuk layanan robotaxi dan robot humanoid. Dalam sambutannya, Musk menghabiskan lebih banyak waktu membahas robot daripada mobil.

Menurut Musk, bisnis robot bakal melampaui bisnis mobil dan bisa jadi produk terbesar sepanjang masa. Dia bahkan berharap robot Tesla bisa menggantikan profesi seperti ahli bedah, mengurangi kemiskinan global, dan mengubah ekonomi dunia. Musk memperkirakan biaya produksi robot sekitar USD 20.000 per unit—setara dengan harga sebuah mobil.

Namun, robot tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum dipasarkan. Musk menekankan bahwa saham tambahan diperlukan agar dia memiliki suara cukup untuk mengendalikan perusahaan, bukan semata-mata untuk kekayaan pribadinya. "Perlu ada kendali suara yang cukup untuk memberi (saya) pengaruh kuat, tapi tak terlalu banyak sehingga saya tidak bisa dipecat jika saya menjadi gila," ujarnya.

Paket gaji ini menjadi taruhan besar bagi masa depan Tesla dan kepemimpinan Musk dalam menghadapi tantangan dan inovasi besar yang tengah mereka kejar.