Discord Jadi Media Revolusioner Gerakan Demokrasi Generasi Muda Nepal

Permalink 8 months ago 69

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor — Generasi muda Nepal berhasil mencetak babak baru dalam sejarah politik negaranya dengan memanfaatkan platform Discord untuk memilih Perdana Menteri sementara, Sushila Karki. Karki menjadi perempuan pertama yang memimpin Nepal setelah gelombang demonstrasi besar yang menumbangkan pemerintahan KP Sharma Oli.

Pemilihan umum untuk perdana menteri definitif dijadwalkan berlangsung pada 5 Maret 2026, namun hingga saat itu, Sushila Karki, mantan ketua Mahkamah Agung yang dikenal gigih melawan korupsi, mengisi kekosongan kekuasaan.

Sid Ghimiri, seorang kreator konten berusia 23 tahun yang menjadi salah satu penggerak kanal pemungutan suara daring di Discord menyatakan, "Parlemen Nepal saat ini adalah Discord." Melalui server Discord dengan anggota lebih dari 145.000 orang, para aktivis generasi Z menggelar serangkaian polling online selama sepekan untuk menentukan calon perdana menteri favorit.

Discord sendiri awalnya merupakan platform yang populer di kalangan komunitas gamer karena fitur-fitur seperti streaming layar dan pembuatan server privat yang memungkinkan kolaborasi dan komunikasi interaktif. Namun, penggunaannya kini telah meluas ke berbagai komunitas non-gaming, mulai dari pembelajaran, diskusi hobi, hingga proyek kolaboratif.

Di Nepal, Discord bukan sekadar media sosial biasa, melainkan telah menjadi wadah aktualisasi demokrasi alternatif. Anil Sharma, analis politik lokal, menyatakan kepada NDTV bahwa generasi muda Nepal tak lagi percaya pada elit politik lama dan menginginkan transparansi yang bisa dipenuhi melalui ruang demokrasi baru seperti Discord.

Meskipun inovasi ini menarik, proses demokrasi digital menggunakan Discord juga memiliki tantangan, terutama terkait potensi keikutsertaan individu luar negeri tanpa verifikasi identitas yang memadai, seperti yang dilaporkan India Today.

Latar belakang ini bermula dari demonstrasi rakyat yang masif di Nepal sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah yang membatasi akses ke media sosial seperti Facebook dan Instagram, serta permasalahan korupsi dan pengangguran yang meluas. Para pejabat yang memamerkan kemewahan di tengah kesulitan ekonomi rakyat makin memperuncing ketidakpuasan masyarakat.

Nepal menggunakan Discord sebagai medium untuk memilih perdana menteri baru

Peristiwa ini menandai tonggak penting pemanfaatan teknologi digital dalam politik, khususnya di kalangan generasi muda Nepal, membuka cara-cara baru dalam partisipasi demokrasi yang lebih inklusif dan transparan.

(mkh/mkh)