China Temukan Kawah Raksasa Berpotensi Jadi Kunci Menyingkap Asal Usul Kehidupan di Dasar Samudra Pasifik

Permalink 9 months ago 89

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Para ilmuwan China baru saja mengungkap sebuah penemuan menakjubkan: kawah raksasa yang tersembunyi di dasar Samudra Pasifik. Kawah ini tergabung dalam sistem hidrotermal Kunlun yang memiliki potensi besar untuk membantu kita memahami proses awal terbentuknya kehidupan di Bumi.

Sistem Kunlun berada di timur laut Papua Nugini dan terdiri dari 20 kawah besar, dengan kawah terbesar berdiameter sekitar 1.800 meter dan kedalaman mencapai 130 meter. Kawah-kawah tersebut membentuk sebuah 'kawanan pipa' yang melepaskan hidrogen dalam jumlah besar, menyediakan sumber energi yang memadai bagi ekosistem laut dalam yang berkembang di sekitarnya.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Science Advances pada 8 Agustus, area Kunlun mencakup sekitar 11 kilometer persegi, menjadikannya ratusan kali lebih luas dari 'The Lost City' — sebuah ladang hidrotermal serupa yang telah dikenal di dasar Atlantik.

"Yang paling menarik adalah potensi ekologisnya," ujar Prof. Weidong Sun, salah satu penulis studi dan peneliti di Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences. "Kami menemukan beragam organisme laut dalam seperti udang, lobster jongkok, anemon, dan cacing tabung, yang kemungkinan besar bergantung pada proses kemosintesis berbasis hidrogen untuk bertahan hidup."

Kehidupan di laut dalam tidak bisa memanfaatkan sinar Matahari untuk fotosintesis, sehingga organisme di sana mendapatkan energi dari proses kemosintesis menggunakan hidrogen yang dipancarkan oleh kawah hidrotermal seperti Kunlun. Proses ini didukung oleh 'serpentinisasi' yakni reaksi air laut dengan batuan mantel di bawah dasar laut yang menghasilkan mineral hijau yang disebut serpentin sambil melepaskan hidrogen.

Dengan menggunakan kapal selam berawak, para peneliti melakukan pemetaan terperinci pada sistem Kunlun serta mengukur kandungan hidrogen dalam cairan hidrotermalnya. Mereka memperkirakan Kunlun menyumbang lebih dari 5% produksi hidrogen non-biologis di bawah laut di seluruh dunia. Ini merupakan catatan luar biasa untuk satu sistem saja.

Uniknya, Kunlun tidak terletak di sepanjang punggungan tengah samudra seperti ladang hidrotermal pada umumnya, melainkan jauh di dalam lempeng samudra. Sistem ini juga memiliki suhu yang relatif dingin, di bawah 90 derajat Celcius, tidak seperti ladang hidrotermal vulkanik biasa yang suhunya bisa mencapai 400 derajat Celcius.

Secara keseluruhan, penemuan ini memperluas pemahaman para ilmuwan tentang bagaimana hidrogen terbentuk dan mendukung kehidupan di lingkungan laut dalam yang ekstrim, sekaligus membuka peluang studi lebih lanjut tentang kemungkinan asal usul kehidupan di Bumi. Sistem Kunlun menjadi jendela baru yang penting dalam riset laut dalam dan biokimia bawah laut.

(rns/rns)

Prof. SUN Weidong