Jakarta, Naralapor - Perusahaan teknologi asal China, Alibaba dan Baidu, kini mulai beralih menggunakan chip yang dikembangkan sendiri untuk melatih model kecerdasan buatan (AI). Ini menjadi langkah penting yang menunjukkan kemandirian teknologi China sekaligus tantangan baru bagi dominasi chip AI dari Amerika Serikat, khususnya dari Nvidia.
Sejak awal tahun ini, Alibaba telah memakai chip buatannya sendiri untuk mengembangkan model AI berukuran kecil. Sementara Baidu tengah menguji penggunaan chip Kunlun P800 miliknya guna melatih versi terbaru dari model AI bernama Ernie.
Adanya pembatasan ekspor chip AI canggih yang diberlakukan pemerintah AS terhadap China mendorong perusahaan-perusahaan di Negeri Tirai Bambu semakin memperkuat ekosistem chip dalam negeri. Apalagi, Beijing juga menekan pelaku industri agar semakin mengandalkan teknologi lokal.
Meski begitu, baik Alibaba maupun Baidu belum sepenuhnya melepaskan ketergantungan pada Nvidia. Mereka masih menggunakan chip Nvidia untuk model AI paling mutakhir dan kompleks.
Chip AI yang diizinkan India resmi dijual di China adalah seri H20 dari Nvidia. Walau tidak sekuat seri H100 atau Blackwell, H20 masih unggul dari kebanyakan chip lokal. Namun, menurut laporan The Information yang mengutip sumber pengguna chip Alibaba, chip AI rancangan Alibaba kini sudah cukup mumpuni untuk bersaing dengan H20.
Juru bicara Nvidia memberikan komentar terkait persaingan ini, "Persaingan tidak dapat dimungkiri. Kami akan terus berupaya mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para pengembang utama di seluruh dunia."
Sementara itu, NVIDIA CEO Jensen Huang mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan pemerintah Amerika Serikat untuk mengizinkan penjualan versi chip AI generasi berikutnya yang kurang canggih ke China masih berlangsung dan akan memakan waktu. Perusahaan juga sempat mencapai kesepakatan terkait lisensi ekspor dengan mantan Presiden Donald Trump yang mengatur pembagian pendapatan dari penjualan chip seri H20 di China.
Langkah Alibaba dan Baidu dalam menggerakkan chip AI lokal ini merupakan sinyal kuat bahwa China semakin serius membangun teknologi sendiri sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi impor, khususnya dari AS. Transformasi ini juga akan berpengaruh besar pada persaingan global di industri AI dan semikonduktor yang kian sengit.









