Bot AI Kini Bisa Jadi Sumber Penghasilan, Bukan Sekadar Pencuri Data

Permalink 8 months ago 73

Foto: inet.detik.com

Jakarta - Selama ini, bot berbasis kecerdasan buatan (AI) kerap dianggap sebagai ancaman oleh pemilik situs web karena aktivitasnya yang sering mengumpulkan data tanpa izin. Namun, kini peran bot AI mulai berubah signifikan, dari yang sebelumnya dianggap pencuri data menjadi potensi sumber cuan bagi penerbit konten.

Akamai Technologies, perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang keamanan siber dan cloud computing, baru-baru ini menggandeng dua startup, yaitu TollBit dan Skyfire, guna membantu penerbit dan pemilik konten memonetisasi lalu lintas bot AI dengan cara yang lebih transparan dan terkontrol.

Kolaborasi ini memungkinkan pemilik situs untuk menetapkan aturan akses dan harga bagi bot AI yang ingin mengambil konten mereka. Dengan begitu, mereka bisa memilih bot mana yang boleh mengakses, memblokir yang tidak diinginkan, atau bahkan mengenakan biaya khusus terhadap bot yang mengakses konten secara legal.

Patrick Sullivan, CTO Strategi Keamanan di Akamai, menyatakan, "Kami sangat antusias menawarkan pelanggan fleksibilitas lebih besar dalam mengelola dan memonetisasi lalu lintas AI--tanpa terikat pada satu platform saja." Ia menambahkan, "Dengan TollBit dan Skyfire, pelanggan bisa memblokir scraper, mengizinkan agen tepercaya, atau bahkan mengenakan biaya akses premium secara real-time di tepi jaringan."

TollBit berfungsi sebagai "gerbang tol" digital yang mengenali dan mengatur bot AI ketika mencoba mengakses sebuah situs. Menurut data, lebih dari 3.000 penerbit di seluruh dunia sudah menggunakan TollBit untuk memantau sekitar 1,5 miliar aktivitas bot setiap kuartal.

Sementara itu, Skyfire mengedepankan teknologi identitas dan keamanan dengan sistem tokenisasi dan konsep "Know Your Agent" (KYA). Dengan sistem ini, bot AI harus melewati proses verifikasi identitas asli platform atau pengguna sebelum bisa mengakses konten. Bila disetujui, bot tersebut bisa mendapatkan akses dengan cepat dan aman, bahkan pembayaran bisa dilakukan langsung menggunakan token digital.

Craig DeWitt, pendiri Skyfire, menilai bahwa pendekatan yang mereka gunakan membawa "akuntabilitas dan kepercayaan dalam dunia AI scraping yang bergerak cepat." Hal ini membuka peluang baru agar pemilik konten tidak lagi hanya was-was akan scraping ilegal, melainkan juga mendapat kesempatan untuk menghasilkan pendapatan dari trafik bot yang selama ini dianggap sebagai gangguan.

Dengan kemampuan memproses lebih dari 150 miliar permintaan bot setiap hari, jaringan Akamai bisa menjalankan sistem pengelolaan ini dengan efektif dalam skala besar. Akhirnya, para penerbit konten dapat memanfaatkan potensi bisnis di balik bot AI yang selama ini kurang dimanfaatkan, mengubah tantangan menjadi peluang usaha baru yang menguntungkan.