BMKG Minta Pemda Siapkan Posko dan Mitigasi untuk Antisipasi Bencana

Permalink 9 months ago 60

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana, termasuk banjir, dengan menyiapkan posko bencana dan jalur evakuasi di wilayah masing-masing.

"Pemerintah Daerah dimohon terus meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain dengan mengaktifkan posko bencana dan juga menyiapkan jalur evakuasi," ujar Dwikorita pada Jumat (12/9/2025) di Jakarta.

Selain itu, Pemda diminta untuk menyiapkan langkah nyata saat peringatan dini bencana dikeluarkan. Contohnya, melakukan evakuasi sementara terhadap warga yang berpotensi terdampak bencana.

Dwikorita juga menekankan pentingnya koordinasi aktif antara Pemda dengan aparat terkait agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Mengenai upaya mitigasi lingkungan, ia menyarankan agar daerah terus menjaga kondisi saluran drainase dengan rutin membersihkan sedimentasi dan sampah yang menghambat aliran air. Serta menjaga agar resapan air tetap optimal untuk menyerap hujan.

"Seandainya itu pun dijaga, resapan air berfungsi optimal," tambahnya.

Dia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG. Hal ini penting karena masih banyak beredar informasi tidak resmi yang dapat menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan.

Menurut Dwikorita, BMKG menyediakan informasi cuaca dalam berbagai rentang waktu, mulai dari perkiraan mingguan, harian, hingga peringatan menit-menit sebelum kejadian.

Dalam kunjungannya, ia mencontohkan penanganan banjir di Bali yang mendapat peringatan dini hingga tiga hari sebelum bencana terjadi. Dengan begitu, diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal.

"Mohon terus memonitor peringatan dini namun juga disertai dengan aksi dini, terutama memastikan drainase dan tata kelola air sudah benar-benar siap agar dapat menampung hujan yang terjadi," pungkas Dwikorita.

Upaya ini merupakan bagian dari langkah preventif agar dampak bencana dapat diminimalisir dan keselamatan warga tetap terjaga.