Batasan Pemakaian Google Gemini AI Gratisan: Bisa Bikin 100 Gambar Per Hari

Permalink 9 months ago 69

Foto: inet.detik.com

Jakarta – Google kini memberikan informasi yang lebih jelas mengenai batas penggunaan layanan AI Gemini, khususnya perbedaan antara versi gratis dan berbayar.

Sebelumnya, Google hanya menyebutkan bahwa akses layanan gratis terbatas tanpa menjelaskan secara rinci. Namun sekarang, mereka resmi menyatakan angka batasan pemakaian bagi para pengguna.

Untuk versi gratis, pengguna Gemini 2.5 Pro dapat mengajukan maksimal lima prompt setiap hari. Sementara itu, pengguna berbayar dalam paket AI Pro bisa sampai 100 prompt, dan paket AI Ultra mendapatkan jatah hingga 500 prompt per hari.

Terkait fitur membuat Deep Research Report, pengguna gratis hanya bisa menggunakannya lima kali sehari. Sedangkan pengguna AI Pro bisa 50 kali dan AI Ultra hingga 500 kali setiap hari.

Yang menarik, untuk fitur pembuatan gambar, pengguna gratis dapat membuat hingga 100 gambar per hari. Jika membutuhkan lebih banyak, pengguna paket Pro dan Ultra mendapatkan akses hingga 1.000 gambar per hari.

Di Indonesia, Google juga menghadirkan program khusus bagi mahasiswa. Dalam program ini, mahasiswa berusia di atas 18 tahun bisa mengakses Google Pro AI secara gratis selama satu tahun penuh, dengan tambahan penyimpanan cloud sebesar 2 TB. Program promo ini berlangsung dari tanggal 6 Agustus hingga 6 Oktober 2025.

Stuart Miller, Head of Marketing untuk Asia Pasifik Google for Education, menyatakan dalam acara 'Press Briefing: Google AI mendukung pendidikan bermutu dan aman' pada Kamis (7/8/2025), bahwa Google berkomitmen mempersonalisasi proses belajar sehingga lebih efektif dan dapat diakses oleh semua pelajar kapan pun dan di mana pun.

“Benar-benar memiliki kekuatan untuk berkembang, belajar, dan sukses. Oleh karena itu, saya sangat senang mengumumkan peluncuran yang sukses Juni lalu. Kami memperpanjang penawaran program Google AI Pro selama 12 bulan untuk semua mahasiswa universitas yang berusia di atas 18 tahun,” tutur Stuart Miller.

Program ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan penggunaan teknologi AI dalam dunia pendidikan di Indonesia, memberikan akses yang luas tanpa harus terbebani oleh biaya tambahan.

(asj/asj)