Jakarta, Naralapor - Hubungan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas dengan kebijakan terbaru dari AS yang melarang ekspor alat manufaktur chip ke China. Langkah ini berdampak langsung pada raksasa teknologi semikonduktor seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan TSMC yang beroperasi di China.
Menurut laporan Reuters (3/9/2025), pemerintah Washington telah mencabut status jalur cepat untuk ekspor peralatan manufaktur chip yang selama ini mempercepat pengiriman barang dari AS ke pabrik TSMC di China. Kebijakan ini sebelumnya sudah diterapkan juga pada Samsung Electronics dan SK Hynix.
Pemerintah AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil langkah ini untuk mencegah China mendapatkan keuntungan berlebih dari teknologi canggih asal Amerika. Kontrol ekspor yang selama ini dianggap longgar oleh pemerintahan Biden kini diperketat kembali.
Sejauh ini, tiga produsen chip tersebut masih mendapat keuntungan dari pengecualian khusus yang disebut status pengguna akhir tervalidasi. Namun, hak istimewa ini akan berakhir pada 31 Desember 2025. Setelah tanggal tersebut, pengiriman alat manufaktur chip ke pabrik TSMC di Nanjing memerlukan izin lisensi khusus dari AS.
Pabrik TSMC di Nanjing fokus memproduksi chip dengan teknologi node 16 nanometer dan chip matang lainnya, yang bukan merupakan produk semikonduktor tercanggih mereka. Pabrik ini menyumbang sekitar 2,4% dari total pendapatan TSMC berdasarkan laporan tahunan tahun lalu.
TSMC menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengevaluasi dampak kebijakan ini serta berkomunikasi intensif dengan pemerintah AS. Mereka berkomitmen untuk menjaga kelancaran operasional pabrik di Nanjing.
Sementara itu, Kementerian Ekonomi Taiwan juga menerangkan akan terus memantau situasi, berkomunikasi erat dengan AS dan TSMC, serta memberikan dukungan yang diperlukan.
AS juga menyatakan rencananya untuk memberikan izin bagi perusahaan asing agar dapat menjalankan fasilitas yang sudah ada di China, tetapi pembatasan diberikan untuk pencegahan pengembangan kapasitas dan teknologi baru di sana.
Setelah pengumuman ini, saham SK Hynix dan Samsung yang memiliki pabrik signifikan di China mengalami penurunan. Namun, saham TSMC relatif stabil dan diperdagangkan dengan harga datar pada tanggal 3 September 2025.
Kebijakan ini mencerminkan ketatnya persaingan teknologi antara AS dan China dan berdampak pada industri semikonduktor global yang sedang berjuang menghadapi dinamika geopolitik.









