Ahli Ungkap Dampak Hilangnya Air Tanah, Sumbu Rotasi Bumi Bergeser hingga 45 cm

Permalink 9 months ago 71

Foto: www.cnbcindonesia.com

Jakarta, Naralapor – Bumi kita ternyata mengalami perubahan posisi sumbu rotasi yang cukup signifikan akibat hilangnya air tanah dalam jumlah besar sejak awal abad ke-21. Sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa antara tahun 2000 hingga 2002, lebih dari 1.600 gigaton air hilang dari daratan, menyebabkan pergeseran sumbu rotasi Bumi sampai 45 centimeter.

Profesor Clark Wilson, ahli geofisika dari University of Texas di Austin dan salah satu penulis studi, menjelaskan bagaimana perpindahan air ini memengaruhi posisi Bumi. "Jika Anda mengambil sejumlah besar air dari daratan dan memindahkannya ke lautan, Anda sedang mendistribusikan ulang massa di seluruh planet," ujarnya. Wilson menambahkan, "Itu akan mengubah sumbu rotasi Bumi."

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Ki-Weon Seo dari Seoul National University ini menggunakan data radar satelit dan model kelembaban tanah untuk melacak pergeseran air di permukaan Bumi sejak akhir abad ke-20. Dari hasil penelitian tersebut terungkap, penurunan kelembaban tanah yang signifikan membuat permukaan laut naik sekitar 1,95 mm per tahun, jauh lebih besar dibanding kontribusi pencairan es di Greenland yang hanya 0,8 mm per tahun.

Fenomena pengeringan ini terus berlanjut bahkan setelah 2002. Dari tahun 2003 hingga 2016, sekitar 1.000 gigaton air tanah kembali hilang dan hingga tahun 2021 kelembaban tanah masih belum pulih ke tingkat normal. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan penyimpanan air di daratan merupakan tren jangka panjang.

Wilayah yang paling terdampak oleh kekeringan ekstrem, seperti Asia Timur dan Tengah, Amerika Utara dan Selatan, serta Afrika Tengah, bertepatan dengan lokasi pergeseran posisi Bumi ini. Meskipun pergeseran sumbu hanya sekitar 45 cm, pengaruhnya penting sekali terutama dalam keakuratan sistem navigasi global seperti GPS.

"Pengukuran yang sangat presisi diperlukan untuk memantau pergeseran ini karena berdampak pada berbagai teknologi yang kita gunakan setiap hari," tambah Wilson.

Perubahan posisi sumbu Bumi akibat hilangnya air tanah ini menjadi pengingat penting bagaimana aktivitas manusia dan fenomena alam dapat memengaruhi bahkan kondisi planet kita dengan cara yang tak terlihat namun bermakna bagi kehidupan.