Jakarta – Setelah beberapa hari ditahan oleh pihak berwenang Israel akibat partisipasi mereka dalam Global Sumud Flotilla yang berusaha mengantar bantuan kemanusiaan ke Gaza, sejumlah warga Brasil dan Meksiko akhirnya dilepaskan dan kembali ke tanah air masing-masing.
Kementerian Luar Negeri Brasil mengumumkan bahwa 13 warga negaranya, termasuk anggota parlemen Luizianne Lins dari Partai Buruh yang berkuasa, sudah dibawa ke perbatasan Yordania dan dibebaskan. "Setelah enam hari dipenjara secara ilegal di Israel, 13 warga Brasil dari Sumud Global Flotilla akhirnya bebas," tulis Lins di Instagram pribadinya.
Sementara itu, pihak Meksiko juga mengonfirmasi pembebasan 6 warganya yang sebelumnya ikut dalam armada tersebut. Mereka telah diterima oleh duta besar Meksiko di Yordania dan tengah dalam perjalanan kembali ke Meksiko.
Armada Global Sumud berlayar bulan lalu dengan membawa para politisi dan aktivis sebagai bentuk protes terhadap blokade ketat Israel di Gaza, yang menurut PBB telah menyebabkan kelaparan dan penderitaan meluas akibat serangan militer yang terus berlanjut. Israel sendiri telah mencegat sekitar 45 perahu kecil dan menahan lebih dari 470 orang dalam operasi tersebut pekan lalu.
Pada kesempatan terpisah, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengecam tindakan Israel yang disebutnya melanggar hukum internasional dengan mencegat armada di perairan internasional. Ia bersama mitranya dari Meksiko, Claudia Sheinbaum, mendesak agar warganya segera dipulangkan dengan aman.
Beberapa aktivis dari armada ini, termasuk seorang anggota dewan Italia, menyatakan bahwa selama penahanan mereka diperlakukan dengan buruk. Namun, Israel membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa hak-hak para tahanan telah dihormati sepenuhnya.
Kisah ini menjadi sorotan dunia atas situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza dan upaya berbagai pihak dalam memecahkan kebuntuan melalui jalur diplomatik dan aksi kemanusiaan langsung.









